Yogyakarta, 03/07 : National Paralympic Committee (NPC) DIY mendukung kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah mulai 3-20 Juli ini. Meski hal ini berdampak pada persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang tinggal beberapa bulan lagi. Karena dalam aturan tersebut salah satunya membatasi kegiatan olahraga dan menutup berbagai sarana olahraga.
Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh anggota terkait PPKM Darurat ini. Di dalamnya ada enam kebijakan yang harus diikuti oleh seluruh anggota. Termasuk ketentuan dalam latihan baik pemusatan latihan daerah (Pelatda) maujpun pemusatan latihan kabupaten/kota.
“Kalau kita apa yang jadi kebijakan pemerintah kita dukung, walaupun secara proses pembinaan menuju Peparnas tentu terdampak. Karena dari kebijakan secara umum pemerintah kan ada sementara dihentikan,” kata Hariyanto.
Untuk sementara atlet NPC DIY memang diminta berlatih secara mandiri. Pelatih juga diminta untuk melakukan pemantauan secara daring. Namun, NPC DIY akan segera berkirim surat kepada para pengelola sarana olahraga di DIY, agar para atlet ini bisa kembali berlatih di berbagai venue tersebut.
“Senin akan kita layangkan surat ke sana, untuk bisa dapat izin khusus agar tetap bisa berlatih dan para atlet kita minta menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.
Selain waktu Peparnas yang sudah dekat, Hariyanto juga memberikan pertimbangan lain. Dimana para atlet ini tidak akan berkerumun selama berlatih. Karena, maksimal atlet yang berlatih dalam setiap cabang olahraga kurang lebih hanya 10 orang saja.
Selain itu cabor yang mereka ikuti semuanya nomor individu dan tidak ada olahraga beregu. Sehingga sangat mudah untuk berkoordinasi dan mengatur jarak para atlet selama proses latihan.
“Kalau kita lihat di edaran itu kan untuk acara pernikahan bisa 30 orang, kami masih rata-rata 10-15 orang itu kan sebenarnya masih sangat mungkin menjaga jarak dan olahraga di NPC DIY ini sifatnya tidak ada kontak fisik, seperti atletik, catur, bulutangkis, tenis meja, bochia, itu kan tidak ada,” pungkasnya.