WM-NPC-DIY-3

LATIHAN BERSAMA LAWN BOWLS NPC DIY DAN NPC JAWA BARAT

National Paralympic Committee (NPC) DIY menyelenggarakan latihan bersama cabang olahraga Lawn Bowls dengan NPC Jawa Barat pada Sabtu (9/12/2023) di Sport Center UMBY Kampus 1 Jl. Wates. Kegiatan ini digelar sebagai sarana silaturahmi cabang olahraga Lawn Bowls antar daerah sekaligus pembekalan bagi para atlet Lawn Bowls menyongsong wacana dipertandingkannya Lawn Bowls dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Aceh dan Sumatra Utara 2024. Salam olahraga!

WhatsApp Image 2022-09-07 at 18.49.54

Sleman Sapu Bersih Medali Emas Boccia Peparda III DIY

Sleman (07/09) : Kabupaten Sleman menyapu bersih empat medali emas dari cabang olahraga boccia Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY tahun 2022 yang digelar di Hall Yakkum. Dengan raihan itu, Sleman juga berhak menyandang gelar juara cabor boccia Peparda III.

Empat medali emas Sleman dipersembahkan oleh Yasmin di kategori BC 1, Trihartanto di BC 2, Surwandono di BC 5, dan Mix Pairs BC 5 Birrul dan Tumini. Ketua NPC Sleman, Suwartoyo mengatakan sejak awal pihaknya memang menargetkan juara dari cabor boccia ini.

“Final antara tim Sleman dengan tim Bantul dimenangkan tim Sleman 14-0. Secara total untuk pertandingan cabor boccia kita mendapatkan empat emas, tiga perak, satu perunggu. Jadi sapu bersih untuk NPC Sleman,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman, Danang Maharso yang meninjau langsung cabor boccia mengatakan apreisiasinya karena berhasil merebut medali emas boccia. Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi kontingen Sleman yang masih berlaga di cabor lainnya.

“Saya sangat bahagia dan bangga kepada teman-teman kontingen Sleman dalam gelaran Peparda yang mempunyai semangat dan daya juang yang tinggi,” kata Danang.

Sleman sendiri berkekuatan 7 atlet dengan dua orang di kategori BC 1, empat orang di BC 5, dan satu orang BC 2. Sementara itu Bantul di cabor boccia ini meraih satu medali perak atas nama Duta yang di final kalah dari Suwandono. Kemudian kota Yogyakarta mendapatkan satu perak atas nama Gamas Adi. (dev)

WhatsApp Image 2022-09-04 at 18.32.50

Sleman Juara Umum Para Badminton Peparda III DIY 2022

Sleman (04/09) : Tim bulutangkis Sleman di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022 berhasil meraih gelar juara umum setelah total mengumpulkan 6 medali emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Dalam pertandingan yang digelar di Hall Bulutangkis FIK UNY tersebut emas Sleman dipersembahkan oleh Nur Yuningsih di nomor Tunggal Grahita putri yang menang atas Winda Apriliana dengan skor 21-16 dan 21-13.

Kemudian Supriyadi yang menang atas rekan satu timnya Witadi di babak final Tunggal Putra SL 4 dengan skor 21-14 dan 21-16. Irna Octaviani di nomor Tunggal TRW Putri yang juga mengalahkan rekan satu timnya Ludira Jati Herdiana dengan skor 21-19 dan 21-7.  Kemudian Yulianto di Tunggal WH 2 yang meraih dua kemenangan beruntun di babak round robin, Duet Irna dan Ludira di nomor Ganda TRW Putri yang juga menang beruntun di babak round robin, dan Duet Mix Kelas 8 Arya Sadewa dan Ratna Dewi yang di laga terakhir sukses mengalahkan unggulan Kulon Progo Mashuri dan Qonitah Ikhtiar Syakuroh.

Ketua NPC Sleman, Suwartoyo pun mengaku bangga dengan prestasi paralimpian tersebut. Sejak awal mereka memang ditargetkan untuk bisa meraih prestasi terbaik sebagai tuan rumah. “Syukur Alhamdulillah mereka bisa meraih hasil terbaiknya, terimakasih saya ucapkan kepada para atlet. Semoga ini menjadi pembuka bagi prestasi atlet-atlet lainnya dari Sleman di cabor-cabor berikutnya,” ujarnya.

Di bawah Sleman, kontingen Bantul sukses meraih gelar juara kedua setelah mengumpulkan 4 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Empat emas Bantul dipersembahkan oleh Sudartik di nomor Tunggal WH 2 Putri, pasangan Aditya Hermawan dan Monica Oktavian di nomor Mix TRW, Aditya Hermawan di nomor Tunggal TRW Putra, dan Sumardiyana di nomor Tunggal WH 1 Putra.

Peringkat ketiga para badminton sementara itu diraih oleh atlet-atlet kota Yogyakarta yang mendapatkan tiga medali emas. Ketiganya dipersembahkan oleh Rifki Lusuandi dan Wahyu Triwibowo di nomor Ganda TRW Putra, duet Naufal Dwi Kurnia dan Tarisa Putik di Mix Grahita, dan Naufal Dwi Kurnia di Tunggal Grahita Putra.

Sementara Kulon Progo sukses mendapatkan satu emas melalui atlet andalannya Qonitah Ikhtiar Syakuroh di nomor Tunggal SL 4 Putri, serta dua medali perak, dan satu medali perunggu. Kontingen Gunungkidul di para badminton ini hanya mendapatkan dua medali perak. (dev)

DSC03666

Pebulutangkis Sleman Dominasi Final di PEPARDA III DIY 2022

Sleman (03/09) : Kontingen Sleman mendominasi di cabang olahraga para badminton Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022. Dalam ajang yang digelar di hall badminton FIK UNY, Sabtu (03/09), Sleman tecatat lolos ke babak final di 6  dari 14 nomor yang dipertandingkan.

Termasuk diantaranya all final Sleman di nomor Tunggal SL 4 Putra atas nama Witadi yang menjadi unggulan 1 melawan Supriyadi. Kemudian di nomor Tunggal Putri Tuna Rungu Wicara (TRW) atas nama Ludira Jati Herdiana melawan Irna Octaviani.

Pebulutangkis Sleman lainnya yang lolos ke babak final diantaranya Yulianto yang akan melawan Naseh Yogi Prasetya dari Bantul di nomor Tunggal WH 2 Putra. Kemudian Tunggal Grahita Putri atas nama Nur Yuningsih melawan Winda Apriliana dari Bantul.

Ketua NPC Sleman, Suwartoyo mengaku bersyukur atas hasil ini. Ia pun berharap para pemain bisa tampil maksimal di final besok dan mempersembahkan medali bagi Sleman.

“Ya kami bersyukur atlet-atlet Sleman banyak yang lolos ke final, sejak awal memang kami berharap dari cabor para badminton ini untuk bisa menyumbang medali di Peparda III ini,” ujarnya.

Sementara itu pemain andalan Kulon Progo, Qonitah Ikhtiar Syakuroh tercatat sukses meraih kemenangan di lga pertamanya melawan pebulutangkis Sleman Ratna Dewi dengan skor 21-3 dan 21-2. Di laga keduanya besok Qonitah masih akan melawan pebulutangkis Sleman lainnya Yati Indari.

Ketua NPC Kulon Progo, Widinuryanto menyebut Qonitah sejak awal memang menjadi andalan bagi daerahnya untuk bisa mempersembahkan medali. “Ya Alhamdulillah tadi bisa menang, Qonitah memang kami andalkan untuk bisa meraih medali di Peparda ini, semoga bisa tampil dengan baik,” kata Widi.

Selain Sleman, para pebulutangkis Bantul juga tercatat banyak yang melenggang ke final. Total ada lima nomor yang diikuti Bantul di babak final, termasuk all Bantul final yakni Suminah melawan Sudartik di nomor Tunggal WH 2 Putri. (devi)

Ilustrasi PPKM Darurat DIY

NPC DIY Dukung Kebijakan PPKM Darurat

Yogyakarta, 03/07 : National Paralympic Committee (NPC) DIY mendukung kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah mulai 3-20 Juli ini. Meski hal ini berdampak pada persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang tinggal beberapa bulan lagi. Karena dalam aturan tersebut salah satunya membatasi kegiatan olahraga dan menutup berbagai sarana olahraga.

Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh anggota terkait PPKM Darurat ini. Di dalamnya ada enam kebijakan yang harus diikuti oleh seluruh anggota. Termasuk ketentuan dalam latihan baik pemusatan latihan daerah (Pelatda) maujpun pemusatan latihan kabupaten/kota.

“Kalau kita apa yang jadi kebijakan pemerintah kita dukung, walaupun secara proses pembinaan menuju Peparnas tentu terdampak. Karena dari kebijakan secara umum pemerintah kan ada sementara dihentikan,” kata Hariyanto.

Untuk sementara atlet NPC DIY memang diminta berlatih secara mandiri. Pelatih juga diminta untuk melakukan pemantauan secara daring. Namun, NPC DIY akan segera berkirim surat kepada para pengelola sarana olahraga di DIY, agar para atlet ini bisa kembali berlatih di berbagai venue tersebut.

“Senin akan kita layangkan surat ke sana, untuk bisa dapat izin khusus agar tetap bisa berlatih dan para atlet kita minta menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Selain waktu Peparnas yang sudah dekat, Hariyanto juga memberikan pertimbangan lain. Dimana para atlet ini tidak akan berkerumun selama berlatih. Karena, maksimal atlet yang berlatih dalam setiap cabang olahraga kurang lebih hanya 10 orang saja.

Selain itu cabor yang mereka ikuti semuanya nomor individu dan tidak ada olahraga beregu. Sehingga sangat mudah untuk berkoordinasi dan mengatur jarak para atlet selama proses latihan.

“Kalau kita lihat di edaran itu kan untuk acara pernikahan bisa 30 orang, kami masih rata-rata 10-15 orang itu kan sebenarnya masih sangat mungkin menjaga jarak dan olahraga di NPC DIY ini sifatnya tidak ada kontak fisik, seperti atletik, catur, bulutangkis, tenis meja, bochia, itu kan tidak ada,” pungkasnya.

WhatsApp Image 2020-12-22 at 11.09.56

NPC DIY Gelar Promosi-Degradasi

Yogyakarta, (20/12) : National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar program promosi degradasi untuk atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021.

Kegiatan ini menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto dimaksudkan untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik di Peparnas mendatang.

“Dengan pandemic ini ada mekanisme, bagaimana atlet sebelum masuk program promosi degradasi, seleksi dulu di kabupaten/kota. Jadi betul-betul atlet terbaik nantinya yang akan ikut kompetisi,” katanya.

Saat ini di Pelatda Peparnas DIY terdapat kurang lebih 90 atlet. Namun, Hariyanto mengatakan pihaknya tidak menargetkan berapa atlet yang akan promosi maupun degradasi nantinya. Ia hanya memastikan seluruh cabang olahraga di DIY akan menjalani program ini.

“Di Peparnas itu ada 12 cabor, kemudian kita ada delapan yang kita ikut, dan dari itu semua kita promosi degradasikan,” tegasnya.

Sesuai jadwal, untuk hari Minggu, program ini berlangsung untuk cabor atletik. Kemudian di tanggal 22, ada tiga cabor yang menggelar yakni angkat berat, bulutangkis, dan Catur. Cabor catur sendiri akan digelar selama dua hari hingga tanggal 23.