DSC03666

Pebulutangkis Sleman Dominasi Final di PEPARDA III DIY 2022

Sleman (03/09) : Kontingen Sleman mendominasi di cabang olahraga para badminton Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022. Dalam ajang yang digelar di hall badminton FIK UNY, Sabtu (03/09), Sleman tecatat lolos ke babak final di 6  dari 14 nomor yang dipertandingkan.

Termasuk diantaranya all final Sleman di nomor Tunggal SL 4 Putra atas nama Witadi yang menjadi unggulan 1 melawan Supriyadi. Kemudian di nomor Tunggal Putri Tuna Rungu Wicara (TRW) atas nama Ludira Jati Herdiana melawan Irna Octaviani.

Pebulutangkis Sleman lainnya yang lolos ke babak final diantaranya Yulianto yang akan melawan Naseh Yogi Prasetya dari Bantul di nomor Tunggal WH 2 Putra. Kemudian Tunggal Grahita Putri atas nama Nur Yuningsih melawan Winda Apriliana dari Bantul.

Ketua NPC Sleman, Suwartoyo mengaku bersyukur atas hasil ini. Ia pun berharap para pemain bisa tampil maksimal di final besok dan mempersembahkan medali bagi Sleman.

“Ya kami bersyukur atlet-atlet Sleman banyak yang lolos ke final, sejak awal memang kami berharap dari cabor para badminton ini untuk bisa menyumbang medali di Peparda III ini,” ujarnya.

Sementara itu pemain andalan Kulon Progo, Qonitah Ikhtiar Syakuroh tercatat sukses meraih kemenangan di lga pertamanya melawan pebulutangkis Sleman Ratna Dewi dengan skor 21-3 dan 21-2. Di laga keduanya besok Qonitah masih akan melawan pebulutangkis Sleman lainnya Yati Indari.

Ketua NPC Kulon Progo, Widinuryanto menyebut Qonitah sejak awal memang menjadi andalan bagi daerahnya untuk bisa mempersembahkan medali. “Ya Alhamdulillah tadi bisa menang, Qonitah memang kami andalkan untuk bisa meraih medali di Peparda ini, semoga bisa tampil dengan baik,” kata Widi.

Selain Sleman, para pebulutangkis Bantul juga tercatat banyak yang melenggang ke final. Total ada lima nomor yang diikuti Bantul di babak final, termasuk all Bantul final yakni Suminah melawan Sudartik di nomor Tunggal WH 2 Putri. (devi)

Ilustrasi PPKM Darurat DIY

NPC DIY Dukung Kebijakan PPKM Darurat

Yogyakarta, 03/07 : National Paralympic Committee (NPC) DIY mendukung kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah mulai 3-20 Juli ini. Meski hal ini berdampak pada persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang tinggal beberapa bulan lagi. Karena dalam aturan tersebut salah satunya membatasi kegiatan olahraga dan menutup berbagai sarana olahraga.

Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh anggota terkait PPKM Darurat ini. Di dalamnya ada enam kebijakan yang harus diikuti oleh seluruh anggota. Termasuk ketentuan dalam latihan baik pemusatan latihan daerah (Pelatda) maujpun pemusatan latihan kabupaten/kota.

“Kalau kita apa yang jadi kebijakan pemerintah kita dukung, walaupun secara proses pembinaan menuju Peparnas tentu terdampak. Karena dari kebijakan secara umum pemerintah kan ada sementara dihentikan,” kata Hariyanto.

Untuk sementara atlet NPC DIY memang diminta berlatih secara mandiri. Pelatih juga diminta untuk melakukan pemantauan secara daring. Namun, NPC DIY akan segera berkirim surat kepada para pengelola sarana olahraga di DIY, agar para atlet ini bisa kembali berlatih di berbagai venue tersebut.

“Senin akan kita layangkan surat ke sana, untuk bisa dapat izin khusus agar tetap bisa berlatih dan para atlet kita minta menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Selain waktu Peparnas yang sudah dekat, Hariyanto juga memberikan pertimbangan lain. Dimana para atlet ini tidak akan berkerumun selama berlatih. Karena, maksimal atlet yang berlatih dalam setiap cabang olahraga kurang lebih hanya 10 orang saja.

Selain itu cabor yang mereka ikuti semuanya nomor individu dan tidak ada olahraga beregu. Sehingga sangat mudah untuk berkoordinasi dan mengatur jarak para atlet selama proses latihan.

“Kalau kita lihat di edaran itu kan untuk acara pernikahan bisa 30 orang, kami masih rata-rata 10-15 orang itu kan sebenarnya masih sangat mungkin menjaga jarak dan olahraga di NPC DIY ini sifatnya tidak ada kontak fisik, seperti atletik, catur, bulutangkis, tenis meja, bochia, itu kan tidak ada,” pungkasnya.