UDN_8071

PEPARDA DIY Ditunda 2022

Yogyakarta, (01/05): National Paralympic Committee (NPC) DIY memutuskan untuk menunda ajang dua tahunan mereka, Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 202.

Dalam surat edaran yang ditandangani Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto, ajang tersebut akan digelar pada tahun 2022 mendatang. Sejumlah alasan dikemukakan terkait penundaan ini. Pertama yakni adanya penundaan ajang PON dan Peparnas dari tahun 2020 menjadi tahun 2021. Kemudian juga pandemic covid-19 yang melanda Indonesia saat ini

“Ya kami mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemda DIY, dengan melihat perkembangan wabah covid-19 yang belum tahu kapan berakhir dan juga berdampak pada kemampuan anggaran daerah. Karena digunakan untuk penanganan covid tersebut. Sehingga 2021, NPC DIY akan fokus pada persiapan Pelatda dan pengiriman Peparnas 2021,” ujar Hariyanto.

Namun, untuk pelaksanaan Peparda selanjutnya menurut Hariyanto, masih akan menunggu keputusan terkait gelaran Peparnas terlebih dahulu. Karena event ini sebenarnya berjenjang dengan ajang di tingkat nasional itu.

Kepada para atlet yang berjuang untuk ajang tersebut, Hariyanto pun tak lupa berpesan agar mereka bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Karena waktu mereka lebih panjang, sehingga harapannya nanti capaian prestasi mereka bisa meningkat.

“Baik untuk prestasi daerah maupun ke arah nasional,” pungkasnya.

IMG_20200409_144447

NPC DIY Perpanjang Masa Latihan Mandiri Atlet Puslatda

Yogyakarta (11/04), National Paralympic Committee (NPC) DIY memperpanjang penundaan sejumlah kegiatan mereka akibat mewabahnya virus covid-19. Menurut Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto diantara kegiatan tersebut yakni pemusatan latihan daerah (pelatda) atlet Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 Papua.

Untuk itu paralimpian DIY yang masuk dalam kontingen tersebut diminta menjalankan latihan secara mandiri di rumah mereka masing-masing.

Sebelumnya Hariyanto mengaku sudah mengeluarkan surat edaran yang berlaku hingga 9 April lalu. Namun, karena masa tanggap darurat masih diberlakukan maka dibuat surat yang baru yang menunda berbagai kegiatan NPC tersebut hingga akhir bulan ini.

“Terkait dengan virus corona yang sampai dengan hari ini tentu kami dari NPC DIY terkait semua kegiatan organisasimaupun pemusatan latian daerah peparnas kami harus ambil sikap. Sebenarnya sudah mengeluarkan SE yang berakhir 9 April, kami kembali sampaikan perpanjangan untuk kegiatan NPC secara umum.”

Selain pelatda, berbagai kegiatan NPC juga harus ditunda. Seperti pelantikan pengurus yang baru dan juga rapat kerja daerah (Rakerda).

Hariyanto pun berpesan agar para atlet tetap menjalani latihan semaksimal mungkin di rumah mereka. Karena pada pekan depan akan dilakukan pemantauan kondisi mereka.

Sebanyak 90 paralimpian DIY dan 22 orang pelatih masuk dalam puslatda peparnas 2020. Mereka terbagi dalam delapan cabang olahraga, diantaranya tenis meja, bochia, panahan, dan angkat berat.