Yogyakarta, (01/05): National Paralympic Committee (NPC) DIY memutuskan untuk menunda ajang dua tahunan mereka, Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 202.
Dalam surat edaran yang ditandangani Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto, ajang tersebut akan digelar pada tahun 2022 mendatang. Sejumlah alasan dikemukakan terkait penundaan ini. Pertama yakni adanya penundaan ajang PON dan Peparnas dari tahun 2020 menjadi tahun 2021. Kemudian juga pandemic covid-19 yang melanda Indonesia saat ini
“Ya kami mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemda DIY, dengan melihat perkembangan wabah covid-19 yang belum tahu kapan berakhir dan juga berdampak pada kemampuan anggaran daerah. Karena digunakan untuk penanganan covid tersebut. Sehingga 2021, NPC DIY akan fokus pada persiapan Pelatda dan pengiriman Peparnas 2021,” ujar Hariyanto.
Namun, untuk pelaksanaan Peparda selanjutnya menurut Hariyanto, masih akan menunggu keputusan terkait gelaran Peparnas terlebih dahulu. Karena event ini sebenarnya berjenjang dengan ajang di tingkat nasional itu.
Kepada para atlet yang berjuang untuk ajang tersebut, Hariyanto pun tak lupa berpesan agar mereka bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Karena waktu mereka lebih panjang, sehingga harapannya nanti capaian prestasi mereka bisa meningkat.
“Baik untuk prestasi daerah maupun ke arah nasional,” pungkasnya.
































































