Yogyakarta (24/02), National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar pelatihan pelatih untuk pertama kalinya. Kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni Selasa (23/02) dan Rabu (24/02) dengan mengambil tempat di Hotel Ruba Graha, Yogyakarta.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pelatih pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang mencapai 22 orang. Melalui pelatihan ini Ketua NPC DIY, Hariyanto berharap bisa meningkatkan kapasitas pelatih dalam rangka Pelatda Peparnas 2021.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini memberikan motivasi atau semangat baru bagi pelatih. Walaupun baru pertama kali dilaksanakan, NPC DIY tetapi ini menjadi dasar pemetaan lebih lanjut bagaimana kapasitas pelatih yang ada,” katanya.
Lebih lanjut Hariyanto mengatakan materi yang diberikan adalah terkait penyusunan program latihan. Dengan pembicara diantaranya Rumpis Agus Sudarko dan Cukup Pahala Widi dari FIK UNY. Selain itu, ada pula sesi berbagi antar pelatih terkait proses latihan yang sudah ditempuh selama ini.
“Karena melatih teman-teman disabilitas ada karakteristik yang berbeda dibanding atlet non difabel. Karena masing-masing disabilitas karakternya sendiri-sendiri ya, ngga bisa disamakan,” jelasnya.
Sementara itu salah satu pembicara, Cukup Pahala Widi mengatakan, bahwa proses pembinaan yang benar seringkali dilupakan, karena prestasi selalu diutamakan. Sehingga bayak atlet perpotensi yang habis sebelum berkembang.
“Penting untuk memberikan keleluasaan kepada anak mengenal berbagai macam cabang olahraga, sehingga bisa menemukan potensi yang tepat. Tapi yang terjadi, anak belum tahu potensinya kita sudah ingin dia berprestasi,” katanya.
Untuk itu, ia menekankan pembinaan usia dini harus difokuskan kepada teknik yang benar dan tepat. Contohnya cara menendang bola maupun mengayun raket yang benar. Sehingga pada saat mereka menjadi atlet yang berprestasi mereka sudah mempunyai kebiasaan yang benar.

