Sleman (01/09) : Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY tahun 2022 dibuka pada Kamis (01/09) malam. Ajang ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yakni angkat berat, atletik, boccia, bola voli duduk, bulutangkis, catur, goalball, panahan, renang, dan tenis meja. Satu cabor baru yang digelar di ajang ini adalah boccia untuk disabilitas cerebral palsy (CP). Sementara satu cabor tenis kursi roda tidak digelar pada PORDA tahun ini karena tidak memenuhi kuota minimal peserta.
Untuk pembukaan, menurut Ketua NPC DIY Hariyanto, aka nada defile dari 100 orang yang merupakan perwakilan dari lima kontingen kabupaten dan kota di DIY. “Untuk defile dari koordinasi kami dengan panitia, untuk NPC Kabupatean dan Kota itu masing-masing diberikan kuota 20 orang selebihnya nanti bisa menyaksikan secara langsung di tribun.
Sebanyak 355 atlet dari lima kabuptaen dan kota di DIY akan ikut serta di ajang ketiga ini. Terdiri dari 111 atlet Sleman, 70 atlet Bantul, 63 atlet Kota Yogyakarta, 69 atlet Kulon Progo, dan 42 atlet Gunungkidul. Dengan lima disabilitas, yakni netra sebanyak 73 atlet, tuna daksa 155 atlet, tuna rungu wicara 73 atlet, tuna grahita 38 atlet, dan cerebral palsy sebanyak 16 atlet.
Seluruh cabang olahraga Peparda III DIY ini akan digelar di Sleman. Terbagi menjadi lima cabor di UNY yaitu atletik, bola voli duduk, bulutangkis, renang, dan tenis meja, dua cabor di Gedung Serba Guna Kalurahan Condong Catur yaitu angkat berat dan goalball, satu cabor catur di Dinas PMK Sleman, satu cabor boccia di Hall Yakum, dan satu cabor panahan di Lapangan RS Grasia. Di hari pertama besok Peparda DIY akan menggelar satu cabang olahraga yakni badminton di Hall Badminton FIK UNY.
Di ajang Peparda I dan II lalu kontingen Bantul tercatat berhasil menjadi juara umum. Dimana pada 2017 Bantul meraih 32 emas, disusul Sleman di peringkat kedua dengan 18 emas, dan Kota Yogyakarta dengan 12 emas. Kemudian di 2019 Bantul meraih 47 medali emas, disusul Sleman dengan 34 emas, dan kota Yogyakarta dengan 22 medali emas. (devi)

