zUDN_9116

DIY Kirim 16 Atlet ke Asian Para Games 2018

Yogyakarta (14/9/2018) jogjaprov.go.id — Melanjutkan kesuksesan Asian Games di Jakarta-Palembang yang menuai banyak pujian dari dalam dan luar negeri, Jakarta akan kembali bergelora oleh kegiatan olahraga akbar. Kali ini bertajuk Asian Para Games atau Pesta Olahraga Difabel tingkat Asia 2018 pada 6-13 Oktober 2018. Pada ajang ini DIY mengikutsertakan 16 atlet yang akan berlaga pada 10 cabang.

Sebagai persiapan, Jumat (14/9) pagi para atlet DIY dan pembina bersilaturahmi sekaligus berpamitan kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Gedong Pare Anom, Komplek Kepatihan.

”Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi karena para atlet telah berkenan mengikuti Asian Para Games ini. Pemda DIY akan mensupport penuh untuk keberhasilan semua atlet yang bertanding. Kami berharap semua atlet baik dari DIY maupun dari daerah lain dapat memberikan yang terbaik. Tapi kami juga berharap bahwa apa yang sudah ditargetkan nantinya tidak akan menjadi beban yang dapat mengganggu fokus para atlet,” ungkap Wagub DIY.

Ketua National Paralympic Committee DIY, Haryanto, menyebut pada Asian Para Games 2018 mempertandingkan 18 cabang olahraga.

“Saya dan beberapa perwakilan dari NPC DIY yang masih di dalam Pelatnas Paralympic sengaja sowan kepada Bapak Wagub ingin meminta doa restu dan dukungan. Semoga kami dapat memberikan prestasi terbaik dan mempersembahkan kemenangan atau setidaknya medali bagi Indonesia,” ungkap Haryanto. (*/ld)

aAUDN_9529

Atlet Paralympic DIY Bakal Punya Gedung Latihan Mandiri

YOGYA, KRJOGJA.com – National Paralympic Committe (NPC) DIY menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2018, Sabtu (3/3/2018) di Lynn Hotel Yogyakarta. Dalam ajang penyampaian prestasi dan evaluasi tersebut, muncul keputusan adanya pembangunan kantor mandiri bagi NPC DIY yang juga berfungsi sebagai sarana latihan bagi para atlet paralympic.

Prambudi Setyono, Kasi Kesra Anggaran dan Belanja DPPKA DIY mengatakan wacana pembangunan kantor bagi NPC DIY dikarenakan organisasi tersebut dianggap sudah cukup kuat untuk mandiri. Pasalnya, selama ini kantor NPC DIY masih menumpang di Balai Pemuda Olahraga (BPO) DIY yang tempatnya tak terlalu besar.

“Sudah 3-4 tahun dibantu harusnya waktunya mandiri, kami akan upayakan apakah memanfaatkan bangunan aset daerah yang sudah ada ataukah membangun baru. Namun lokasinya di kawasan Jalan Kenari yang memang sudah diputuskan menjadi kawasan olahraga,” ungkapnya.

Lahan yang dirasa paling cocok menurut Prambudi ada di kawasan parkir Amongraga yang terletak di sebelah timur kantor KONI DIY. “Nanti bagaimana yang terbaik akan dibahas sesegera mungkin agar bisa terwujud dalam waktu tak lama,” sambungnya.

Sementara Hariyanto, Ketua NPC DIY menyambut baik wacana pemberian kantor baru bagi induk olahraga paralympic DIY tersebut. Menurut dia, selain menjadi kantor nantinya gedung baru juga bisa dijadikan fasilitas latihan para atlet yang selama ini masih kesulitan.

“Untuk olahraga di ruangan seperti tenis meja, catur bisa punya tempat latihan yang bagus. Selain itu kami juga semakin mudah dalam pengawasan dan pemantauan para atlet. Kalau letaknya di Kenari maka lebih dekat dengan fasilitas olahraga, mudah-mudahan berdampak pada prestasi,” ungkapnya.

DSC_0178

54 Atlet Siap Berlaga di Pekan Paralympic Daerah II DIY 2019

Sebanyak 54 atlet peyandang disabilitas siap mewakili Kota Yogyakarta di ajang Pekan Paralympic Daerah II DIY 2019.

Pada PEPARDA II 2019 DIY, Kota Yogyakarta mengirimkan 84 orang yang terdiri dari 54 atlet, 20 pelatih dan 10 pendamping, yang terbagi dalam 10 cabang olahraga, yaitu atletik, catur, panahan, angkatberat, bulu tangkis, renang, tenismeja, tenis kursiroda, volly duduk, dan goall ball.

“Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat berkarya, mengkespresikan diri, mencetak sebuah prestasi dalam berbagai bidang,” ucap Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dispora Edi Heri Suasana saat pengukuhan dan pemberian motivasi atlet PEPARDA II 2019 DIY, Senin (23/9/2019).

Dikatan, melalui sebuah konsep Kota Inklusi, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan pendekatan berbasis komunitas pada (5) lima kelompok masyarakat rentan, yaitu, Perempuan, Anak, Lansia, Penduduk Miskin, dan Penyandang Disabilitas.

“Inklusi digunakan sebagai sebuah pendekatan sederhana yang menggambarkan sebuah lingkungan yang terbuka, mengikutsertakan semua ke dalam wadah yang sama, penyediaan kesempatan yang sama, dengan saling menghargai hak masing-masing,” sambungnya.

Berbicara mengenai disabilitas, lanjutnya, dalam melakukan aktivitasnya, salah satu bidang yang sedang menggeliat ialah bidang olahraga.

Pandangan masyarakat terhadap rekan-rekan disabilitas yang melakukan kegiatan olahraga pada awalnya masih dianggap rendah,” imbuhnya.

Namun, masih kata Walikota, kita berbangga hal tersebut berangsur-angsur menghilang seiring dengan munculnya ajang olahraga yang dibuat khusus untuk kaum disabilitas serta atlet-atlet disabilitas yang mulai bermunculan.

“Harapan kita semua masyarakat luas akan semakin sadar bahwa keterbatasan fisik bukan lagi menjadi penghalang untuk berprestasi,” jelasnya.

Dengan melihat banyaknya atlet yang bertanding dalam ajang Peparda II DIY, Pihaknya berharap mampu memberikan motivasi bagi masyarakat disabilitas yang belum memiliki peluang untuk berkarya dalam bidang olahraga, agar mulai mencintai dan menggeluti dunia olahraga, baik sebagai hobbi, mengisi waktu luang maupun untuk jalur professional.

“Kepada para atlet yang akan bertanding kami berpesan agar tetap semangat menjaga kekompakan, menjaga kondisi mental dan fisik, sehingga mampu melakukan yang terbaik, semaksmimal mungkin demi mengharumkan nama Kota Yogyakarta,” tandasnya.

Sementara itu ketua NPC Kota Yogyakarta Yudi Sugiyanto mengaku optimis kontingen Kota Yogyakarta mampu menjadi pundi-pundi medali bagi Kota Yogyakarta.

“Kami NPC Kota Yogyakarta akan berusaha dengan maksimal untuk memberikan yang terbaik di dalam keikutsertaan kami di PEPARDA II DIY 2019. Siap menjadi lumbung medali bagi Kota Yogyakarta,” ucapnya. (Harsacitta/Aufa)

UDN_8853

Virus Corona Merebak, Atlet Puslatda NPC DIY Diinstruksikan Berlatih Mandiri

TRIBUNJOGJA.COM – National Paralympic Committe (NPC) DIY memutuskan menunda kegiatan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 mendatang, menyusul merebaknya virus Covid-19.

Sebagai gantinya, para atlet diminta berlatih secara mandiri dengan sejumlah ketentuan.

“Berlatih secara mandiri dalam ruangan yang bersuhu normal atau disarankan latihan di tempat terbuka. Meminimalkan kontak fisik secara langsung dengan orang lain,” tertera dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua NPC DIY, Hariyanto, Selasa (24/3/2020).

“Selalu menjaga kesehatan, dengan menggunakan alat pelindung diri baik sebelum maupun sesudah latihan dengan pemenuhan gizi dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas,” katanya.

Selanjutnya, proses latihan tetap dalam pemantauan pelatih atau tim secara daring.

Selain Puslatda yang harus ditunda pelaksanaannya, NPC DIY juga melakukan penundaan kegiatan yang melibatkan banyak orang diantaranya Rakerda dan rapat rutin, Kejurda, Kejurnas atau kejuaraan internasional yang bersifat single maupun multi event.

Hariyanto mengatakan bahwa atlet merupakan merupakan asset yang penting untuk masa depan.

Sehingga pihaknya tidak ingin mengorbankan atlet mapun membuat mereka menjadi penyebar virus Covid-19 yang tengah merebak.

Selain itu Hariyanto juga mengatakan sejumlah tempat latihan saat ini telah ditutup, seperti Stadion Mandala Krida, Stadion Sultan Agung, dan juga SLB Negeri 1 Bantul.

“Mengungangi aktivitas di luar dengan mengumpulkan beberapa orang, itu kan juga sangat riskan bagi para atlet, mereka kan kedepannya jadi asset. Jangan sampai jadi korban maupun penyebar,” kata Hariyanto.

Lebih lanjut Hariyanto mengatakan para atlet juga diminta untuk tetap menjalin komunikasi.

Tim pelatih akan memberikan instruksi mengenai program latihan yang bisa mereka lakukan di rumah.

Selain itu juga memantau perkembangan mereka sebab pihaknya akan membentuk tim pemantau untuk para atlet ini.

Total ada 90 paralimpian DIY dan 22 orang pelatih yang masuk dalam Puslatda Peparnas 2020.

Mereka terbagi dalam delapan cabang olahraga diantaranya tenis meja, bochia, panahan, dan angkat berat.(TRIBUNJOGJA.COM)