WhatsApp Image 2020-11-03 at 11.47.53

Tim Tenis Kursi Roda Persembahkan Piala Bergilir kepada NPC DIY

Yogyakarta, (03/11) : Tim tenis kursi roda Daerah Istimewa Yogyakarta menyerahkan piala bergilir Kapusrehab Cup 2020 kepada National Paralympic Committee (NPC) setempat pada Selasa (03/11). Kegiatan penyerahan dilakukan di sela-sela kegiatan latihan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Dalam penyerahan tersebut, pelatih tim tenis kursi roda DIY, Mohammad Jaka Suryanto, juga menyampaikan sejumlah evaluasi bagi para atlet. Meski berhasil meraih gelar juara umum dengan merebut dua kemenangan di dua kelas, tetapi menurutnya kejuaraan ini bukan menjadi target mereka. Karena fokus mereka adalah di ajang Peparnas mendatang.

“Nanti perlu belajar teknik lain-lain lagi, seperti kemarin main servis bawah terus setelah lawan terbiasa kita kasih servis bola atas dia bingung. Nah itu menguasai teknik yang banyak bisa jadi variasi serangan,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pemain yang turut bermain di Kapusrehab Cup 2020 kemarin, Sarjiyanto menyebut instruksi pelatih sangat menolongnya dalam pertandingan. Sehingga hasilnya ia dan rekan satu timnya bisa meraih kemenangan hingga ke final.

“Kalau main selalu lihat pelatih, apa instruksinya selalu ikuti, efektif kemarin. Bagi teman-teman yang belum bisa main sekarang mungkin tahun depan ada lagi, yang penting latihan serius, waktu masih panjang, dan jangan minder,” tegasnya.

Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengaku bersyukur dengan pencapaian para pemain tenis kursi roda ini.

“Bersyukur juara satu di second draw dan main draw, sampai bisa bawa pulang piala bergilir. Ini pertama kalinya bagi Jogja, mudah-mudahan dia betah di sini dan ngga balik lagi ke sana. Kalau balik nanti kita boyong lagi,” ujar Hariyanto.

Kedepan tantangan bagi tim ini menurutnya akan semakin berat. Setelah selama ini mereka berjuang untuk meraihnya, kini para pemain ini harus berjuang lagi untuk bisa mempertahankan gelar juara tersebut. Sementara banyak daerah lain juga tentunya berharap untuk bisa merebut gelar itu.

Sebelumnya tim tenis kursi roda DIY berhasil menang di ajang Kapusrehab Cup 2020 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 27 Oktober lalu. Mengirim dua pasangan di tim second draw DIY diwakili oleh Hariyanto dan Sarjiyanto yang menang 8-1 melawan tim Papua. Sementara main draw DIY diperkuat oleh Suwardi dan Arifin yang menang 8-5 melawan tuan rumah.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 16.08.57

Tim Tenis Kursi Roda NPC DIY Juara Kapusrehab Cup 2020

Bogor, (29/10) : Tim tenis kursi roda NPC DIY berhasil meraih gelar juara umum dalam kejuaraan Kapusrehab Cup 2020 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10).

Mengirim dua pasangan, pemula dan utama, DIY berhasil menyabet juara di kedua nomor. Pelatih tim tenis kursi roda DIY, Mohammad Jaka Suryanto, untuk tim pemula DIY diwakili oleh Hariyanto dan Sarjiyanto yang menang 8-1 melawan tim Papua.

Sementara tim utama diperkuat oleh Suwardi dan Arifin yang menang 8-5 melawan tuan rumah. Kejuaraan ini sendiri rutin digelar setiap tahunnya dan tahun ini karena covid-19 hanya diikuti enam daearah, termasuk DIY.

Kejuaraan ini menurut Jaka menjadi ajang evaluasi tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) DIY untuk persiapan Peparnas mendatang.

“Jadi nanti kita setelah hasil di kapus rehab ini kita evaluasi dengan pelatih dan nyusun program utk hadapi peparnas di papua itu.”

Sementara itu salah satu pemain, Hariyanto mengaku bersyukur DIY bisa menyabet gelar juara di ajang tersebut.

“Benar-benar bersyukur bahwa tim tenis bisa memenangkan dua nomor yang dipertandingkan tersebut,” ujar Hariyanto.

Sebagaimana Jaka, Hariyanto juga menyebut ajang ini menjadi evaluasi bagi tim tenis kursi roda DIY untuk persiapan Peparnas. Mengingat memang event untuk NPC tidak terlalu banyak.

“Walaupun kita pada hari ini bisa ambil di dua nomor yang dipertandingkan sekaligus, sehingga bisa dapat piala bergilir untuk pertama kali, tentu kita masih tetap terus berbenah. Tidak membuat kita berpuas diri, karena lawan akan makin kencang untuk persiapan,” pungkasnya

WhatsApp Image 2020-10-25 at 12.18.40

Gayuh Juara Turnamen Piala Bukit Batu

Yogyakarta, (29/10) Pecatur paralimpik DIY, Gayuh Satria berhasil menjadi juara dalam ajang turnamen Piala Bukit Batu yang digelar Percasi Gunungkidul dan Pengda Percasi DIY. Sementara untuk peringkat kedua diraih oleh TB Ahmad juga dari kota Yogyakarta, dan juara ketiga diraih oleh Rois Attakatsur dari Bantul.

Dalam kejuaraan yang digelar akhir pekan kemarin, Gayuh menjadi juara setelah menang pada enam pertandingan dan satu kali remis di pertandingan terakhir.

Pelatih Gayuh, Bima Triardi Wijaya, mengatakan sebelumnya turnamen telah digelar secara daring. Kemudian lima pecatur terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota di DIY dalam ajang turnamen secara daring tersebut ikut dalam kejuaraan secara luring. Gayuh bersama dengan empat pecatur lainnya kemudian menjadi wakil dari Kota Yogyakarta.

“Ajang ini menjadi evaluasi untuk hasil latihan Gayuh selama ini, setelah ini ya tetap latihan setiap hari.”

Sementara itu Gayuh mengaku kejuaraan ini menjadi latihan baginya setelah menjalani proses latihan untuk persiapan Peparnas Papua. Meski menjadi juara, Gayuh menyebut pertandingannya tidak mudah. Karena lawan yang dihadapi merupakan atlet-atlet terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota di DIY.

“Ya susah semua itu, karena kan itu perwakilan terbaik dari masing-masing kabupaten ya,” ujarnya.

WhatsApp Image 2020-08-29 at 15.08.28

NPC DIY Bagikan Perlengkapan Pelatda

Yogyakarta (29/08), Bersamaan dengan pembagian APD dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), NPC DIY juga turut membagikan perlengkapan Pelatda bagi para atlet dan pelatihnya. Namun, total untuk paket perlengkapan ini menurut Hariyanto jumlahnya lebih banyak dari APD.

Dimana untuk perlengkapan ini pihaknya mengacu pada data Pelatda yang mencapai 120 orang. Karena selain pelatih dan atlet ada pula pengawas yang juga dibagi. Dalam paket perlengkapan tersebut berisi jaket, celana training, kaos, dan sepatu.

Ia pun berharap para atlet dan pelatih bisa memanfaatkan perlengkapan tersebut untuk berlatih dengan baik. Serta bisa menunjang mereka dalam proses latihannya sebagai persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 mendatang.

“Untuk bantuan perlengkapan ini ada 120 paket, yak arena mengacu di data yang ada kan 120. Berbeda dengan yang dari Kemenpora itu kita memang mengajukan 111 saja atlet dan pelatih.”

Sementara itu pelatih tenis kursi roda, Suwardi mengaku senang dengan perlengkapan yang diterimanya. Karena sangat bermanfaat untuk proses latihan.

“Alhamdulillah, sepatunya  bisa buat latihan.”

Sebelumnya NPC DIY juga telah membagikan AD dari Kemenpora. Untuk APD ini berupa masker, hand sanitiser, dan vitamin untuk membantu mencegah penyebaran covid-19. Bantuan ini dibagikan secara bertahap untuk setiap cabor yang masuk dalam pelatda.

WhatsApp Image 2020-08-29 at 15.08.41

Atlet dan Pelatih DIY Mendapat Bantuan APD dari Kemenpora

Yogyakarta (29/08), National Paralympic Committee (NPC) DIY membagikan bantuan APD kepada para atlet dan pelatih yang masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) pada Sabtu (29/08) siang.

Menurut Ketua NPC DIY, APD ini berasal dari Kemenpora dan berisi vitamin, masker, serta hand sanitiser. Namun, pihaknya melengkapi dengan menambahkan face shield. Ada 111 atlet dan pelatih yang mendapatkan bantuan tersebut.

Proses pembagian sendiri berlangsung secara bertahap. Dimana dalam satu harinya hanya tiga cabor yang dibagi. Sehingga proses pembagian akan berlangsung selama tiga hari. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan dan mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Pada hari ini kita melakukan penyerahan APD untuk pencegahan covid-19. Ini bantuan dari Kemenpora, dimana kami telah mengajukan bantuan ini beberapa waktu lalu dan sudah sampai di kami dan hari ini distribusi untuk atlet dan pelatih di program Pelatda.”

Sementara itu salah satu atlet penerima, dari cabang olahraga tenis kursi roda, Ditem mengaku bersyukur dengan bantuan tersebut. Terlebih di kondisi saat ini yang dirasanya sangat membutuhkan bantuan berupa vitamin, masker dan hand sanitiser. Meski, sebelumnya dari NPC DIY sendiri ia juga telah menerima bantuan serupa.

“Alhamdulillah ya bermanfaat sekali apalagi kondisi begini,” ujarnya.

Untuk hari pertama ini tiga cabor yang mendapatkan bantuan yakni atletik, bochia, dan tenis kursi roda. Selain itu masih ada pula cabor angkat berat, panahan, tenis meja, dan catur yang akan dibagikan selama dua hari kedepan.

WhatsApp Image 2020-07-03 at 14.45.59(1)

AUDENSI KE PEMKAB KULONPROGO – NPC Pertanyakan Hak Atlet Difabel

WATES (HARIAN MERAPI) – National Paralympic Committee (NPC) Kulonprogo menanyakan hak atlet difabel yang dinilai belum sebanding dengan atlet lainnya. Padahal selama ini, keberhasilan atlet difabel dalam menorehkan prestasi tidak kalah dengan atlet lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi NPC dengan Pemkab Kulonprogo di Kantor Bupati, Kamis (2/7). Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto mengatakan, atlet difabel dan atlet lainnya sama-sama berkesempatan menorehkan prestasi untuk membela nama baik Kulonprogo.

Widi mengklaim, prestasi atlet difabel selama ini tidak kalah dengan prestasi atlet KONI. Bahkan, ada seorang atlet difabel yang berhasil meraih prestasi tingkat Asia Tenggara.

“Sutiarji berhasil mendapat ranking 7 menembak pada ASEAN Para Games,” ujarnya.

Widi kemudian meminta agar pihak terkait menghilangkan perbedaan hak antara atlet difabel dengan atlet normal. Selain itu, permohonan tali asih atlet difabel juga diharapkan bisa dicairkan walaupun nominalnya jauh dari yang diajukan.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi langkah NPC Kulonprogo termasuk perjuangan para atlet yang telah menorehkan prestasi membanggakan. Terlebih, prestasi yang diperoleh tidak hanya di tingkat provinsi saja, namun juga internasional.

“Ini merupakan perjalanan panjang dan perjuangan yang luar biasa. Saya berpesan agar regulasi, kapasitas, kemampuan dan keuangan harus jadi bahan pertimbangan dalam menganggarkan dana,” kata Sutedjo.

Sutedjo kemudian berjanji akan mengupayakan masukan NPC. Kepastian pencairan dana akan diupayakan pada Oktober sampai Desember 2020. Ia berharap, para atlet terus berjuang mengharumkan nama baik Kulonprogo dan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan Sekretariat NPC Kulonprogo dengan memanfaatkan bangunan bekas gedung pramuka di barat Alun-Alun Wates. Saat ini, bangunan tersebut sedang dalam proses peminjaman.

“Kami setuju jika istilah disabilitas menjadi difabel karena hal ini hanya soal kemampuan yang berbeda, bukan soal ketidakmampuan,” kata Arif.

Sementara itu, Ketua KONI Kulonprogo, Bambang Gunoto mengatakan, kegiatan KONI pada event Porda 2021 diundur tahun 2022. Event Pekan Olahraga Nasional (PON) yang semula diadakan tahun 2020 juga diundur tahun 2021.

“Atlet Kulonprogo yang mengikuti PON sebanyak 19 orang. Kami optimis, mengingat pada Porda tahun lalu, Kulonprogo berhasil meraih prestasi terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (Unt)

https://www.harianmerapi.com/news/2020/07/03/102443/audensi-ke-pemkab-kulonprogo-npc-pertanyakan-hak-atlet-difabel