Yogyakarta, 27/05 : NPC DIY menggelar vaksinasi untuk 100 orang kontingen Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua mendatang. Mereka terdiri dari atlet, pelatih, dan pendamping. Vaksinasi digelar pada hari Kamis (27/05) siang di RS Siloam, Yogyakarta.
Namun, menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto, tidak semua kontingen Peparnas DIY bisa mengikuti vaksinasi tersebut. Dua orang atlet berusia di bawah 18 tahun dari cabang olahraga tenis meja dan angkat berat tidak bisa ikut serta. Kemudian satu orang pelatih juga gagal menjalani vaksinasi karena dari skrining kesehatan yang digelar tekanan darahnya terlalu tinggi.
“Nanti akan kita susulkan untuk kesempatan lain, yang di bawah 18 tahun nanti kita mintakan surat keterangan dari Dinas Kesehatan,” katanya.
Usai vaksinasi, Hariyanto berharap imunitas para atlet dan pelatih bisa semakin baik. Namun, ia mengingatkan agar mereka tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan selama proses latihan.
“Resiko kedepan lebih kecil setelah divaksin semua, tapi tetap terapkan prokes saat latihan dan di luar latihan,” tegasnya.
Sementara itu salah satu atlet tenis kursi roda DIY, Sumaryanti memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan vaksinasi ini. Meski ia mengaku sempat khawatir dan takut pada awalnya.
“Ini kan untuk ajang Peparnas kan memang harus divaksin,” ujarnya.
DIY di ajang Peparnas mendatang akan mengikuti delapan cabang olahraga dengan total atlet kurang lebih 80 orang. Terdiri dari tenis meja, tenis kursi roda, atletik, angkat berat, catur, panahan, bulutangkis, dan bocia.






