WhatsApp Image 2021-05-27 at 15.42.17

NPC DIY Gelar Vaksinasi Atlet dan Pelatih

Yogyakarta, 27/05 : NPC DIY menggelar vaksinasi untuk 100 orang kontingen Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua mendatang. Mereka terdiri dari atlet, pelatih, dan pendamping. Vaksinasi digelar pada hari Kamis (27/05) siang di RS Siloam, Yogyakarta.

Namun, menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto, tidak semua kontingen Peparnas DIY bisa mengikuti vaksinasi tersebut. Dua orang atlet berusia di bawah 18 tahun dari cabang olahraga tenis meja dan angkat berat tidak bisa ikut serta. Kemudian satu orang pelatih juga gagal menjalani vaksinasi karena dari skrining kesehatan yang digelar tekanan darahnya terlalu tinggi.

“Nanti akan kita susulkan untuk kesempatan lain, yang di bawah 18 tahun nanti kita mintakan surat keterangan dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Usai vaksinasi, Hariyanto berharap imunitas para atlet dan pelatih bisa semakin baik. Namun, ia mengingatkan agar mereka tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan selama proses latihan.

“Resiko kedepan lebih kecil setelah divaksin semua, tapi tetap terapkan prokes saat latihan dan di luar latihan,” tegasnya.

Sementara itu salah satu atlet tenis kursi roda DIY, Sumaryanti memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan vaksinasi ini. Meski ia mengaku sempat khawatir dan takut pada awalnya.

“Ini kan untuk ajang Peparnas kan memang harus divaksin,” ujarnya.

DIY di ajang Peparnas mendatang akan mengikuti delapan cabang olahraga dengan total atlet kurang lebih 80 orang. Terdiri dari tenis meja, tenis kursi roda, atletik, angkat berat, catur, panahan, bulutangkis, dan bocia.

WhatsApp Image 2021-02-23 at 11.50.14

Persiapan Peparda, NPC DIY Gelar Pelatihan Pelatih

Yogyakarta (24/02), National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar pelatihan pelatih untuk pertama kalinya. Kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni Selasa (23/02) dan Rabu (24/02) dengan mengambil tempat di Hotel Ruba Graha, Yogyakarta.

Kegiatan diikuti oleh seluruh pelatih pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang mencapai 22 orang. Melalui pelatihan ini Ketua NPC DIY, Hariyanto berharap bisa meningkatkan kapasitas pelatih dalam rangka Pelatda Peparnas 2021.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini memberikan motivasi atau semangat baru bagi pelatih. Walaupun baru pertama kali dilaksanakan, NPC DIY tetapi ini menjadi dasar pemetaan lebih lanjut bagaimana kapasitas pelatih yang ada,” katanya.

Lebih lanjut Hariyanto mengatakan materi yang diberikan adalah terkait penyusunan program latihan. Dengan pembicara diantaranya Rumpis Agus Sudarko dan Cukup Pahala Widi dari FIK UNY. Selain itu, ada pula sesi berbagi antar pelatih terkait proses latihan yang sudah ditempuh selama ini.

“Karena melatih teman-teman disabilitas ada karakteristik yang berbeda dibanding atlet non difabel. Karena masing-masing disabilitas karakternya sendiri-sendiri ya, ngga bisa disamakan,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pembicara, Cukup Pahala Widi mengatakan, bahwa proses pembinaan yang benar seringkali dilupakan, karena prestasi selalu diutamakan. Sehingga bayak atlet perpotensi yang habis sebelum berkembang.

“Penting untuk memberikan keleluasaan kepada anak mengenal berbagai macam cabang olahraga, sehingga bisa menemukan potensi yang tepat. Tapi yang terjadi, anak belum tahu potensinya kita sudah ingin dia berprestasi,” katanya.

Untuk itu, ia menekankan pembinaan usia dini harus difokuskan kepada teknik yang benar dan tepat. Contohnya cara menendang bola maupun mengayun raket yang benar. Sehingga pada saat mereka menjadi atlet yang berprestasi mereka sudah mempunyai kebiasaan yang benar.

WhatsApp Image 2021-02-23 at 14.59.11

Selamat Jalan Mbah Sih

Bantul, (23/02) National Paralympic Committee DIY berduka. Pengurus sekaligus pelatih utama cabang olahraga atletik paralimpian DIY, Sihmanto menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (23/02). Sihmanto telah dikenal sebagai atlet maupun pelatih atletik paralimpik DIY sejak lama.

Terbaru, Sihmanto tergabung dalam tim pelatih untuk persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sejak 2019 lalu. Selain itu, ia juga merupakan ketua umum NPC Kabupaten Bantul pada masa bakti 2014-2019 dan berlanjut hingga kepengurusan saat ini. Dalam masa kepengurusannya itu, NPC Bantul berhasil meraih gelar juara umum Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY selama dua kali berturut-turut, yakni Peparda I tahun 2017 dan Peparda II tahun 2019 lalu.

NPC DIY dengan ini menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada “Mbah Sih” atas peran dan jasanya baik sebagai atlet maupun pelatih paralimpian DIY, mencetak atlet-atlet yang mengharumkan nama Bantul dan DIY. NPC DIY juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

WhatsApp Image 2020-12-22 at 11.09.56

NPC DIY Gelar Promosi-Degradasi

Yogyakarta, (20/12) : National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar program promosi degradasi untuk atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021.

Kegiatan ini menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto dimaksudkan untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik di Peparnas mendatang.

“Dengan pandemic ini ada mekanisme, bagaimana atlet sebelum masuk program promosi degradasi, seleksi dulu di kabupaten/kota. Jadi betul-betul atlet terbaik nantinya yang akan ikut kompetisi,” katanya.

Saat ini di Pelatda Peparnas DIY terdapat kurang lebih 90 atlet. Namun, Hariyanto mengatakan pihaknya tidak menargetkan berapa atlet yang akan promosi maupun degradasi nantinya. Ia hanya memastikan seluruh cabang olahraga di DIY akan menjalani program ini.

“Di Peparnas itu ada 12 cabor, kemudian kita ada delapan yang kita ikut, dan dari itu semua kita promosi degradasikan,” tegasnya.

Sesuai jadwal, untuk hari Minggu, program ini berlangsung untuk cabor atletik. Kemudian di tanggal 22, ada tiga cabor yang menggelar yakni angkat berat, bulutangkis, dan Catur. Cabor catur sendiri akan digelar selama dua hari hingga tanggal 23.

UDN_0896

NPC Kulonprogo Miliki Kantor Baru

Wates, (22/11) : National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Kulonprogo resmi menempati gedung baru yang terletak tak jauh dari alun-alun dan kompleks perkantoran pemerintahan setempat. Peresmian digelar pada hari Sabtu (20/11) dengan dihadiri oleh Ketua NPC DIY, Hariyanto, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kulonprogo, Rusdi Suwarno, Ketua DPR Kulonprogo, Akhid Nuryati, dan perwakilan DPRD DIY dari Kulonprogo, Lilik Saiful Ahmad.

Dalam sambutannya, ketua NPC Kulonprogo, Widinuryanto menyampaikan bahwa kantor sekretariat tersebut tidak hanya akan dimanfaatkan untuk NPC tetapi juga akan menjadi rumah inklusi di wilayah tersebut.

Sementara itu ketua NPC DIY, Hariyanto menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab dan DPRD Kulonprogo yang senantiasa memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak difabel. Karenanya ia berharap kepada NPC Kulonprogo agar bisa meningkatkan prestasi mereka kedepannya dengan adanya sarana ini.

“Ini sangat berguna sekali kedepannya, karena selain jadi wadah organisasi juga tempat untuk teman-teman NPC Kulonprogo untuk mempersiapkan program-program yang ada di NPC,” ujarnya.

Kepala Bidang PORA Kulonprogo, Rusdi Suwarno juga menyampaikan harapannya agar NPC bisa membuktikan prestasi mereka kedepannya lebih baik lagi.

“Pemerintah dan NPC sama-sama memenuhi hak dan kewajiban, sama-sama berjuang untuk meningkatkan kesetaraan dan prestasi, dan sama-sama memajukan Kulonprogo,” urainya.

Sementara itu peresmian dilakukan langsung oleh Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, “dengan ini kantor secretariat NPC Kulonprogo resmi dibuka.”

Akhid juga menyampaikan harapannya agar kedepan, karena juga berperan sebagai rumah inklusi, selain dalam bidang olahraga difabel di Kulonprogo juga bisa berkarya dalam bidang lain dan turut memajukan Kulonprogo.

WhatsApp Image 2020-11-11 at 10.02.39

NPC Kulonprogo Terima Tali Asih dari Pemkab Setempat

Wates (12/11) : Atlet-atlet National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Kulonprogo yang berprestasi di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) II lalu pada Rabu (11/10). Total anggaran yang diberikan mencapai Rp 657.500.000. Terdiri dari Rp 10.000.000 untuk peraih medali emas, Rp 7.500.000 untuk peraih perak, dan Rp 5.000.000 untuk peraih perunggu.

Selain atlet, ada pula pelatih dan pendamping yang turut mendapatkan tali asih. Serta cabang olahraga yang berprestasi dan meraih gelar juara umum. Untuk atlet terbaik yang mendapatkan tali asih terbanyak diraih oleh Intan Nailusulha dari cabang olahraga renang yang meraih empat medali emas. Sementara cabor juara umum diraih oleh catur dan pelatih terbaik diraih oleh cabor atletik, atas nama Dopo Purwanto.

“Alhamdulillah untuk bonus kami memang terakhir dapatnya, tapi nominalnya disamakan dengan atlet PORDA. Jadi Peparda dan PORDA ngga ada bedanya untuk tali asih,” ujar Ketua NPC Kulonprogo, Widinuryanto.

Lebih lanjut Widi mengatakan rasa bangganya karena ini juga baru pertama kalinya atlet-atlet NPC meraih tali asih.

“Alhamdulillah kepada Pemda Kulonprogo dan DPRD Kulonprogo yang senantiasa menangkap aspirasi kami dan ditanggapi dengan baik, audiensi dengan bupati maupun anggota dewan ditanggapi dan dikawal, kami berterimakasih sekali,” pungkasnya.