IMG_20200630_101440

Ohana dan NPC DIY Kerjasama Mengembangkan Pembinaan Paralimpian Pelajar di DIY

Yogyakarta (30/06) National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar kerjasama dengan organisasi advokasi penyandang hak-hak disabilitas, Ohana, untuk mengembangkan pembinaan olahraga bagi pelajar disabilitas. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar di kantor NPC DIY pada Selasa (30/06) siang.

Hadir dalam pertemuan itu, empat orang perwakilan Ohana,yakni Nuning Suryatiningsih, Jagad, Singgih, dan Nala. Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya sangat senang dengan rencana kerjasama ini. Terutama untuk meningkatkan pembinaan olahraga bagi para penyandang disabilitas di DIY.

Utamanya menurut Haryanto, dalam hal pembibitan, karena diakuinya tidak mudah untuk mengajak mereka aktif dalam bidang olahraga prestasi.

“Kami berharap dengan bersama-sama Ohana bisa memperkuat lagi pembibitan, kami memang masih lemah di bidang pembibitan. Walaupun kami ada teman-teman di kabupaten/kota tapi bisa dikatakan masih lemah ya. Permasalahan utama kami bagaimana ketika kami mencari, menemukan teman-teman yang sudah menyandang disabilitas untuk bergabung di olahraga.”

Meski demikian, NPC DIY masih aktif melakukan pembinaan. Dimana saat ini, ada delapan cabang olahraga yang diproyeksikan untuk meraih medali di ajang Peparnas 2021 untuk DIY. Selain itu sejumlah paralimpian DIY juga tercatat masuk dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jarak jauh untuk persiapan Asean Paralympic Games (APG) Vietnam mendatang.

Sementara itu perwakilan Ohana, Nala, menyebut pihaknya berencana menggelar program pemberdayaan atlet pelajar disabilitas di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Program ini akan berjalan selama dua tahun hingga 2022 mendatang, dengan tujuan meningkatkan akses terhadap program pembinaan dan olahraga untuk disabilitas.

Ditargetkannya ada 25 atlet pelajar disabilitas berusia 10-18 tahun dari wilayah DIY yang akan mengikuti program ini. Dengan terlebih dahulu mengikuti proses seleksi untuk memastikan minat dan bakat mereka dalam bidang olahraga.

“Terkait bidang olahraga, ini kali pertama kami masuk ke ranah olahraga yang kita proyeksinya kedepan adalah untuk pemberdayaan. Memang kita untuk program ini dibantu oleh Yayasan Lari Nusantara di Jakarta dan mereka support secara pendanaan. Selama ini kami untuk olahraga ya lebih ke olahraga rekreasi.”

npc DIY

NPC DIY Berharap ada Kepastian Jadwal Peparnas

Yogyakarta, (16/05): National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap segera ada kepastian terkait jadwal Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto, informasi yang beredar selama ini masih terkait rencana penundaan selama satu tahun.

Peparnas menurut Hariyanto, biasanya digelar sekira 10-14 hari setelah PON. Sementara untuk PON, jadwalnya sudah dipastikan akan berlangsung pada 2-13 Oktober 2021. Sehingga diperkirakannya Peparnas mendatang akan digelar pada akhir Oktober atau awal November.

Namun, kepastian jadwal ini menurut Hariyanto tetap penting untuk menyusun rencana program mereka di tahun 2021. Selain itu bagi pelatih, dengan adanya kepastian ini juga bisa digunakan untuk menyusun program latihan mereka.

Dari pihak NPC Pusat sendiri, Hariyanto mengaku belum ada informasi terkait rencana Peparnas kedepannya.

“Peparnas sejauh ini Cuma disebut ditunda satu tahun ya, harapannya bisa segera ada kepastian jadwal, karena nanti akan digunakan untuk menyusun program latihan atlet. Kalau PON kan sudah ya kemarin tanggal 2-13 Oktober 2021.”

Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk menunda gelaran PON dan Peparnas.

Sejumlah alasan disampaikan oleh Menpora Zainudin Amali. Diantaranya yakni pandemic covid-19 yang semakin meluas di Indonesia belakangan.

Hal ini dinilai mempengaruhi persiapan para atlet di berbagai daerah.

AUDN_9343

Atlet Pelatnas ASEAN Para Games DIY Harus Tetap Menjaga Semangat

Yogyakarta, (15/05) National Paralympic Committee (NPC) DIY mendorong atlet-atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) ASEAN Para Games (APG) untuk fokus pada persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021.

Hal ini lantaran batalnya gelaran APG Filipina yang sedianya berlangsung tahun ini. Ketua NPC DIY, Hariyanto Kamis (14/5) mengatakan, dengan pembatalan APG Filipina, maka atlet-atlet NPC DIY yang masuk ke Pelatnas diminta untuk mengalihkan fokus target prestasi mereka.

“Memang ada beberapa atlet Pelatnas yang menjadi kontingen DIY untuk Peparnas besok. Sehingga mereka saya harapkan bisa mengalihkan target prestasinya untuk ajang tersebut.”

Dalam Pelatnas kemarin DIY mengirimkan 10 atletnya. Mereka terbagi dalam beberapa cabang, yakni panahan 3 orang, tenis meja 1 orang, basket kursiroda 2 atlet,  bowling 1 atlet, catur 1 orang, dan goalball 2 atlet.

Hariyanto pun meminta kepada para atlet tersebut untuk tetap menjaga semangat mereka dan tidak berputus asa.

“Kami juga meminta teman-teman untuk tetap bisa menjaga semangat, tentu kedepan banyak even lainnya yang akan dipersiapkan untuk mewakili DIY dan Indonesia.”

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali memastikan APG Filipina yang sedianya digelar Januari 2020 dan sempat akan dijadwalkan berlangsung Maret 2020 dan kembali diundur ke Oktober 2020, batal digelar akibat pandemi Covid-19.

Melalui akun media sosial Kemenpora, Zainudin menyebut pembatalan itu tentu mengecewakan bagi atlet Indonesia yang telah mempersiapkan diri di Surakarta sejak beberapa waktu lalu. Terlebih Indonesia memasang target juara umum di ajang itu dengan capaian 100 medali emas.

npc DIY

NPC DIY Pertahankan 70 Atlet Pelatda

Yogyakarta (04/05), National Paralympic Committee (NPC) DIY mempertahankan 70 atletnya untuk terus menjalani program pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralympic Nasional (Peparnas). Seluruh atlet tersebut kemudian akan melanjutkan program pelatda hingga akhir tahun ini.

Ketua NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya telah menggelar evaluasi dengan tim pelatih sebelum melakukan degradasi. “Karena, di bulan April ini memang kami memasuki tahapan evaluasi, promosi dan degradasi. Hasilnya, 70 atlet ini kami pertahankan,” ujarnya.

Namun, karena adanya program refocusing anggaran dari Pemda DIY untuk penanganan pandemi Covid-19, maka NPC DIY saat ini hanya melakukan degradasi tanpa melakukan promosi atlet. Total atlet Pelatda NPC DIY sebelumnya berjumlah 90 orang. Dengan adanya degradasi tanpa melakukan promosi, maka otomatis sebanyak 20 atlet terpaksa harus tersisih.

70 atlet yang masih bertahan di program Pelatda NPC DIY menuju Peparda berasal dari angkat berat 9 atlet, atletik 10 atlet, bocia 2 atlet, bulutangkis 9 atlet, catur 6 atlet, panahan 15 atlet, tenis kursi roda 8 atlet dan tenis meja 11 atlet. Mereka didampingi oleh 22 pelatih yang tetap dipertahankan untuk membimbing program latihan tersebut.

Pemilihan 70 atlet ini menurut Hariyanto juga berdasarkan kriteria mereka yang memiliki peluang terbesar untuk meraih medali di Peparnas mendatang. “Sebenarnya yang terdegradasi juga memiliki peluang, namun yang 70 atlet ini memiliki peluang terbesar.”

Meski saat ini pihaknya tidak melakukan promosi, tetapi tidak menutup kemungkinan di tahun depan, para atlet yang terdegradasi akan bisa kembali masuk dalam tim pelatda. “Yang degradasi ini masih ada peluang masuk lagi di awal tahun depan, tapi kami juga masih akan melihat kondisi,” pungkasnya.

UDN_8071

PEPARDA DIY Ditunda 2022

Yogyakarta, (01/05): National Paralympic Committee (NPC) DIY memutuskan untuk menunda ajang dua tahunan mereka, Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 202.

Dalam surat edaran yang ditandangani Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto, ajang tersebut akan digelar pada tahun 2022 mendatang. Sejumlah alasan dikemukakan terkait penundaan ini. Pertama yakni adanya penundaan ajang PON dan Peparnas dari tahun 2020 menjadi tahun 2021. Kemudian juga pandemic covid-19 yang melanda Indonesia saat ini

“Ya kami mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemda DIY, dengan melihat perkembangan wabah covid-19 yang belum tahu kapan berakhir dan juga berdampak pada kemampuan anggaran daerah. Karena digunakan untuk penanganan covid tersebut. Sehingga 2021, NPC DIY akan fokus pada persiapan Pelatda dan pengiriman Peparnas 2021,” ujar Hariyanto.

Namun, untuk pelaksanaan Peparda selanjutnya menurut Hariyanto, masih akan menunggu keputusan terkait gelaran Peparnas terlebih dahulu. Karena event ini sebenarnya berjenjang dengan ajang di tingkat nasional itu.

Kepada para atlet yang berjuang untuk ajang tersebut, Hariyanto pun tak lupa berpesan agar mereka bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Karena waktu mereka lebih panjang, sehingga harapannya nanti capaian prestasi mereka bisa meningkat.

“Baik untuk prestasi daerah maupun ke arah nasional,” pungkasnya.

IMG_20200409_144447

NPC DIY Perpanjang Masa Latihan Mandiri Atlet Puslatda

Yogyakarta (11/04), National Paralympic Committee (NPC) DIY memperpanjang penundaan sejumlah kegiatan mereka akibat mewabahnya virus covid-19. Menurut Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto diantara kegiatan tersebut yakni pemusatan latihan daerah (pelatda) atlet Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 Papua.

Untuk itu paralimpian DIY yang masuk dalam kontingen tersebut diminta menjalankan latihan secara mandiri di rumah mereka masing-masing.

Sebelumnya Hariyanto mengaku sudah mengeluarkan surat edaran yang berlaku hingga 9 April lalu. Namun, karena masa tanggap darurat masih diberlakukan maka dibuat surat yang baru yang menunda berbagai kegiatan NPC tersebut hingga akhir bulan ini.

“Terkait dengan virus corona yang sampai dengan hari ini tentu kami dari NPC DIY terkait semua kegiatan organisasimaupun pemusatan latian daerah peparnas kami harus ambil sikap. Sebenarnya sudah mengeluarkan SE yang berakhir 9 April, kami kembali sampaikan perpanjangan untuk kegiatan NPC secara umum.”

Selain pelatda, berbagai kegiatan NPC juga harus ditunda. Seperti pelantikan pengurus yang baru dan juga rapat kerja daerah (Rakerda).

Hariyanto pun berpesan agar para atlet tetap menjalani latihan semaksimal mungkin di rumah mereka. Karena pada pekan depan akan dilakukan pemantauan kondisi mereka.

Sebanyak 90 paralimpian DIY dan 22 orang pelatih masuk dalam puslatda peparnas 2020. Mereka terbagi dalam delapan cabang olahraga, diantaranya tenis meja, bochia, panahan, dan angkat berat.