WhatsApp Image 2022-09-06 at 18.05.18

Bantul Juara Umum Atletik Peparda III

Sleman (06/09) :  Bantul berhasil menjadi juara umum cabang olahraga atletik Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022. Setelah di hari pertama meraih 11 medali emas di hari kedua mereka menambah 11 medali emas lagi. Sehingga total kontingen Bantul mendapatkan 22 medali emas melalui atletik.

Tambahan medali emas Bantul diantaranya dipersembahkan oleh Dwi Haryanto di lompat jauh tuna grahita dengan catatan 4,65 meter. Kemudian Teguh Widodo dan Nurfendi di lari 200 meter putra masing-masing di klasifikasi T11 dan T13 dengan catatan waktu 27,27 detik dan 25,48 detik, Siti Komaria di lari 200 meter putri Tuna Grahita, Jejen Dianto di lempar lembing TF11 dengan catatan 20,43 meter, dan Anggun Novita Dewi di lompat jauh TRW putri sejauh 4,55 meter serta lari 200 meter putri TRW dengan torehan waktu 29,78 detik.

Ketua NPC Bantul, Yulianto menyampaikan apresiasi kepada para atletnya yang sukses meraih prestasi di Peparda ini. Karena sejak awal memang mereka menargetkan untuk bisa meriah gelar juara umum di cabor atletik Peparda III.

“Alhamdulillah bisa meraih juara umum, terimakasih kepada para atlet yang sudah berjuang di Peparda tahun ini,” ujarnya.

Selain 22 emas, Bantul juga mendapatkan 11 perak dan 2 perunggu. Kemudian di bawah Bantul ada Sleman dengan 10 emas, 23 perak, dan 8 perunggu. Gunungkidul sementara itu ada di peringkat ketiga dengan 6 emas, 4 perak, dan 6 perunggu disusul Kulon Progo dengan 5 emas, 3 perak, dan 12 perunggu. Diikuti Yogyakarta dengan 3 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. (Devi)

WhatsApp Image 2022-09-06 at 18.44.51

Kota Yogyakarta Juara Umum Goalball Peparda III

Sleman (06/09) :  Kota Yogyakarta keluar sebagai juara umum cabang olahraga Goalball Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY tahun 2022. Dalam pertandingan yang digelar selama satu hari pada Selasa (06/09) di Gedung Serba Guna Condongcatur, Sleman, tim Kota Yogyakarta mengantongi satu emas dan satu perak.

Satu medali emas kota Yogyakarta diraih oleh tim putri yang menang 8-5 atas tim Sleman. Sementara satu medali perak, diraih oleh tim putra yang satu kali menang 10-5 atas tim Sleman dan satu kali kalah 11-9 dari tim Bantul. Dengan hasil ini Ketua NPC Kota Yogyakarta, Yudhi Sugiyanto mengucapkan terimakasih kepada para atlet goalball putra maupun putri yang telah berjuang di ajang Peparda III DIY ini.

“Alhamdulillah jadi yang goalball juara umum dengan satu emas dan satu perak, yang putra belum emas tapi perak jadi untuk teman-teman terimakasih walaupun kita masih belum emas tapi putri dapat emas, sementara teman-teman juara umum,” ujarnya.

Sementara itu Bantul dengan hasil ini meraih satu medali emas melalui tim putranya yang menang dua kali dalam pertandingan yakni 11-8 atas tim Sleman dan 11-9 atas tim Kota Yogyakarta. Sleman dengan sementara hanya meraih satu medali perak dari tim putri dan satu perunggu dari tim putra. (devi)

WhatsApp Image 2022-09-04 at 18.32.50

Sleman Juara Umum Para Badminton Peparda III DIY 2022

Sleman (04/09) : Tim bulutangkis Sleman di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022 berhasil meraih gelar juara umum setelah total mengumpulkan 6 medali emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Dalam pertandingan yang digelar di Hall Bulutangkis FIK UNY tersebut emas Sleman dipersembahkan oleh Nur Yuningsih di nomor Tunggal Grahita putri yang menang atas Winda Apriliana dengan skor 21-16 dan 21-13.

Kemudian Supriyadi yang menang atas rekan satu timnya Witadi di babak final Tunggal Putra SL 4 dengan skor 21-14 dan 21-16. Irna Octaviani di nomor Tunggal TRW Putri yang juga mengalahkan rekan satu timnya Ludira Jati Herdiana dengan skor 21-19 dan 21-7.  Kemudian Yulianto di Tunggal WH 2 yang meraih dua kemenangan beruntun di babak round robin, Duet Irna dan Ludira di nomor Ganda TRW Putri yang juga menang beruntun di babak round robin, dan Duet Mix Kelas 8 Arya Sadewa dan Ratna Dewi yang di laga terakhir sukses mengalahkan unggulan Kulon Progo Mashuri dan Qonitah Ikhtiar Syakuroh.

Ketua NPC Sleman, Suwartoyo pun mengaku bangga dengan prestasi paralimpian tersebut. Sejak awal mereka memang ditargetkan untuk bisa meraih prestasi terbaik sebagai tuan rumah. “Syukur Alhamdulillah mereka bisa meraih hasil terbaiknya, terimakasih saya ucapkan kepada para atlet. Semoga ini menjadi pembuka bagi prestasi atlet-atlet lainnya dari Sleman di cabor-cabor berikutnya,” ujarnya.

Di bawah Sleman, kontingen Bantul sukses meraih gelar juara kedua setelah mengumpulkan 4 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Empat emas Bantul dipersembahkan oleh Sudartik di nomor Tunggal WH 2 Putri, pasangan Aditya Hermawan dan Monica Oktavian di nomor Mix TRW, Aditya Hermawan di nomor Tunggal TRW Putra, dan Sumardiyana di nomor Tunggal WH 1 Putra.

Peringkat ketiga para badminton sementara itu diraih oleh atlet-atlet kota Yogyakarta yang mendapatkan tiga medali emas. Ketiganya dipersembahkan oleh Rifki Lusuandi dan Wahyu Triwibowo di nomor Ganda TRW Putra, duet Naufal Dwi Kurnia dan Tarisa Putik di Mix Grahita, dan Naufal Dwi Kurnia di Tunggal Grahita Putra.

Sementara Kulon Progo sukses mendapatkan satu emas melalui atlet andalannya Qonitah Ikhtiar Syakuroh di nomor Tunggal SL 4 Putri, serta dua medali perak, dan satu medali perunggu. Kontingen Gunungkidul di para badminton ini hanya mendapatkan dua medali perak. (dev)

WhatsApp Image 2022-09-04 at 18.29.18

Gunungkidul Raih Empat Emas Para Angkat Berat Peparda III

Sleman (04/09) : Gunungkidul sukses menjadi juara umum cabang olahraga Para Angkat Berat di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022 yang digelar di Gedung Serba Guna Kalurahan Condong Catur, Sleman, Minggu (04/09). Tim Gunungkidul sukses meraih empat medali emas dari delapan kelas yang digelar.

Salah satu emas Gunungkidul dipersembahkan oleh atlet angkat berat andalan mereka, Sutiayah. Turun di kelas 50 kilogram putri, Sutiayah juga berhasil memecahkan rekor angkatan. Usai tampil, Sutiayah mengatakan harus mengalahkan limit angkatannya sendiri di ajang ini karena tidak ada musuh di kelasnya.

“Tadi kan ngga ada musuh, kelas lainnya juga, jadi kita kejar limit angkatan. Ternyata yang sampai limit baru kelas saya, kalau limit saya 67 kilogram, tapi saya bisa mengangkat 75 kilogram,” katanya.

Medali emas lainnya dari Gunungkidul dipersembahkan Untung Subagyo di kelas +65 kg, Sumarwan di kelas +54 kg, dan Supriyadi di kelas +49 kg. Kontingen Gunungkidul sendiri mengirimkan tujuh atlet di ajang ini yang terbagi menjadi empat atlet putra dan tiga atlet putri.

Penanggungjawab cabor para angkat berat, Atok Suhartatok mengatakan total ada 32 atlet dari seluruh kabupaten dan kota di DIY. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan dengan ajang Peparda sebelum-sebelumnya yang menurutnya tidak terlalu banyak pesertanya.

“Alhamdulillah banyak atlet dari semua kabupaten kota ada atletnya, ada wakilnya,” ujar Atok.

Gunungkidul menurutnya memang memiliki jumlah atlet yang terbanyak di cabor ini dibandingkan daerah lain di DIY. Bahkan sebagian diantaranya juga masuk dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Selain Gunungkidul sementara itu empat kabupaten dan kota di DIY lainnya sama-sama berbagi satu medali emas di cabor ini. Mereka yakni Niman dari Bantul, Susanto dari Sleman, Tri Cahyu dari Kulon Progo, dan Faris Fadli dari Kota Yogyakarta. (devi)

DSC_0009

PEPARDA III DIY 2022 Resmi Dibuka

Sleman (01/09) : Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY tahun 2022 dibuka pada Kamis (01/09) malam. Ajang ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yakni angkat berat, atletik, boccia, bola voli duduk, bulutangkis, catur, goalball, panahan, renang, dan tenis meja. Satu cabor baru yang digelar di ajang ini adalah boccia untuk disabilitas cerebral palsy (CP). Sementara satu cabor tenis kursi roda tidak digelar pada PORDA tahun ini karena tidak memenuhi kuota minimal peserta.

Untuk pembukaan, menurut Ketua NPC DIY Hariyanto, aka nada defile dari 100 orang yang merupakan perwakilan dari lima kontingen kabupaten dan kota di DIY. “Untuk defile dari koordinasi kami dengan panitia, untuk NPC Kabupatean dan Kota itu masing-masing diberikan kuota 20 orang selebihnya nanti bisa menyaksikan secara langsung di tribun.

Sebanyak 355 atlet dari lima kabuptaen dan kota di DIY akan ikut serta di ajang ketiga ini. Terdiri dari 111 atlet Sleman, 70 atlet Bantul, 63 atlet Kota Yogyakarta, 69 atlet Kulon Progo, dan 42 atlet Gunungkidul. Dengan lima disabilitas, yakni netra sebanyak 73 atlet, tuna daksa 155 atlet, tuna rungu wicara 73 atlet, tuna grahita 38 atlet, dan cerebral palsy sebanyak 16 atlet.

Seluruh cabang olahraga Peparda III DIY ini akan digelar di Sleman. Terbagi menjadi lima cabor di UNY yaitu atletik, bola voli duduk, bulutangkis, renang, dan tenis meja, dua cabor di Gedung Serba Guna Kalurahan Condong Catur yaitu angkat berat dan goalball, satu cabor catur di Dinas PMK Sleman, satu cabor boccia di Hall Yakum, dan satu cabor panahan di Lapangan RS Grasia. Di hari pertama besok Peparda DIY akan menggelar satu cabang olahraga yakni badminton di Hall Badminton FIK UNY.

Di ajang Peparda I dan II lalu kontingen Bantul tercatat berhasil menjadi juara umum. Dimana pada 2017 Bantul meraih 32 emas, disusul Sleman di peringkat kedua dengan 18 emas, dan Kota Yogyakarta dengan 12 emas. Kemudian di 2019 Bantul meraih 47 medali emas, disusul Sleman dengan 34 emas, dan kota Yogyakarta dengan 22 medali emas. (devi)

DSC03666

Pebulutangkis Sleman Dominasi Final di PEPARDA III DIY 2022

Sleman (03/09) : Kontingen Sleman mendominasi di cabang olahraga para badminton Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022. Dalam ajang yang digelar di hall badminton FIK UNY, Sabtu (03/09), Sleman tecatat lolos ke babak final di 6  dari 14 nomor yang dipertandingkan.

Termasuk diantaranya all final Sleman di nomor Tunggal SL 4 Putra atas nama Witadi yang menjadi unggulan 1 melawan Supriyadi. Kemudian di nomor Tunggal Putri Tuna Rungu Wicara (TRW) atas nama Ludira Jati Herdiana melawan Irna Octaviani.

Pebulutangkis Sleman lainnya yang lolos ke babak final diantaranya Yulianto yang akan melawan Naseh Yogi Prasetya dari Bantul di nomor Tunggal WH 2 Putra. Kemudian Tunggal Grahita Putri atas nama Nur Yuningsih melawan Winda Apriliana dari Bantul.

Ketua NPC Sleman, Suwartoyo mengaku bersyukur atas hasil ini. Ia pun berharap para pemain bisa tampil maksimal di final besok dan mempersembahkan medali bagi Sleman.

“Ya kami bersyukur atlet-atlet Sleman banyak yang lolos ke final, sejak awal memang kami berharap dari cabor para badminton ini untuk bisa menyumbang medali di Peparda III ini,” ujarnya.

Sementara itu pemain andalan Kulon Progo, Qonitah Ikhtiar Syakuroh tercatat sukses meraih kemenangan di lga pertamanya melawan pebulutangkis Sleman Ratna Dewi dengan skor 21-3 dan 21-2. Di laga keduanya besok Qonitah masih akan melawan pebulutangkis Sleman lainnya Yati Indari.

Ketua NPC Kulon Progo, Widinuryanto menyebut Qonitah sejak awal memang menjadi andalan bagi daerahnya untuk bisa mempersembahkan medali. “Ya Alhamdulillah tadi bisa menang, Qonitah memang kami andalkan untuk bisa meraih medali di Peparda ini, semoga bisa tampil dengan baik,” kata Widi.

Selain Sleman, para pebulutangkis Bantul juga tercatat banyak yang melenggang ke final. Total ada lima nomor yang diikuti Bantul di babak final, termasuk all Bantul final yakni Suminah melawan Sudartik di nomor Tunggal WH 2 Putri. (devi)