WhatsApp Image 2020-12-22 at 11.09.56

NPC DIY Gelar Promosi-Degradasi

Yogyakarta, (20/12) : National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar program promosi degradasi untuk atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021.

Kegiatan ini menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto dimaksudkan untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik di Peparnas mendatang.

“Dengan pandemic ini ada mekanisme, bagaimana atlet sebelum masuk program promosi degradasi, seleksi dulu di kabupaten/kota. Jadi betul-betul atlet terbaik nantinya yang akan ikut kompetisi,” katanya.

Saat ini di Pelatda Peparnas DIY terdapat kurang lebih 90 atlet. Namun, Hariyanto mengatakan pihaknya tidak menargetkan berapa atlet yang akan promosi maupun degradasi nantinya. Ia hanya memastikan seluruh cabang olahraga di DIY akan menjalani program ini.

“Di Peparnas itu ada 12 cabor, kemudian kita ada delapan yang kita ikut, dan dari itu semua kita promosi degradasikan,” tegasnya.

Sesuai jadwal, untuk hari Minggu, program ini berlangsung untuk cabor atletik. Kemudian di tanggal 22, ada tiga cabor yang menggelar yakni angkat berat, bulutangkis, dan Catur. Cabor catur sendiri akan digelar selama dua hari hingga tanggal 23.

UDN_0896

NPC Kulonprogo Miliki Kantor Baru

Wates, (22/11) : National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Kulonprogo resmi menempati gedung baru yang terletak tak jauh dari alun-alun dan kompleks perkantoran pemerintahan setempat. Peresmian digelar pada hari Sabtu (20/11) dengan dihadiri oleh Ketua NPC DIY, Hariyanto, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kulonprogo, Rusdi Suwarno, Ketua DPR Kulonprogo, Akhid Nuryati, dan perwakilan DPRD DIY dari Kulonprogo, Lilik Saiful Ahmad.

Dalam sambutannya, ketua NPC Kulonprogo, Widinuryanto menyampaikan bahwa kantor sekretariat tersebut tidak hanya akan dimanfaatkan untuk NPC tetapi juga akan menjadi rumah inklusi di wilayah tersebut.

Sementara itu ketua NPC DIY, Hariyanto menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab dan DPRD Kulonprogo yang senantiasa memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak difabel. Karenanya ia berharap kepada NPC Kulonprogo agar bisa meningkatkan prestasi mereka kedepannya dengan adanya sarana ini.

“Ini sangat berguna sekali kedepannya, karena selain jadi wadah organisasi juga tempat untuk teman-teman NPC Kulonprogo untuk mempersiapkan program-program yang ada di NPC,” ujarnya.

Kepala Bidang PORA Kulonprogo, Rusdi Suwarno juga menyampaikan harapannya agar NPC bisa membuktikan prestasi mereka kedepannya lebih baik lagi.

“Pemerintah dan NPC sama-sama memenuhi hak dan kewajiban, sama-sama berjuang untuk meningkatkan kesetaraan dan prestasi, dan sama-sama memajukan Kulonprogo,” urainya.

Sementara itu peresmian dilakukan langsung oleh Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, “dengan ini kantor secretariat NPC Kulonprogo resmi dibuka.”

Akhid juga menyampaikan harapannya agar kedepan, karena juga berperan sebagai rumah inklusi, selain dalam bidang olahraga difabel di Kulonprogo juga bisa berkarya dalam bidang lain dan turut memajukan Kulonprogo.

WhatsApp Image 2020-11-11 at 10.02.39

NPC Kulonprogo Terima Tali Asih dari Pemkab Setempat

Wates (12/11) : Atlet-atlet National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Kulonprogo yang berprestasi di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) II lalu pada Rabu (11/10). Total anggaran yang diberikan mencapai Rp 657.500.000. Terdiri dari Rp 10.000.000 untuk peraih medali emas, Rp 7.500.000 untuk peraih perak, dan Rp 5.000.000 untuk peraih perunggu.

Selain atlet, ada pula pelatih dan pendamping yang turut mendapatkan tali asih. Serta cabang olahraga yang berprestasi dan meraih gelar juara umum. Untuk atlet terbaik yang mendapatkan tali asih terbanyak diraih oleh Intan Nailusulha dari cabang olahraga renang yang meraih empat medali emas. Sementara cabor juara umum diraih oleh catur dan pelatih terbaik diraih oleh cabor atletik, atas nama Dopo Purwanto.

“Alhamdulillah untuk bonus kami memang terakhir dapatnya, tapi nominalnya disamakan dengan atlet PORDA. Jadi Peparda dan PORDA ngga ada bedanya untuk tali asih,” ujar Ketua NPC Kulonprogo, Widinuryanto.

Lebih lanjut Widi mengatakan rasa bangganya karena ini juga baru pertama kalinya atlet-atlet NPC meraih tali asih.

“Alhamdulillah kepada Pemda Kulonprogo dan DPRD Kulonprogo yang senantiasa menangkap aspirasi kami dan ditanggapi dengan baik, audiensi dengan bupati maupun anggota dewan ditanggapi dan dikawal, kami berterimakasih sekali,” pungkasnya.

WhatsApp Image 2020-11-03 at 11.47.53

Tim Tenis Kursi Roda Persembahkan Piala Bergilir kepada NPC DIY

Yogyakarta, (03/11) : Tim tenis kursi roda Daerah Istimewa Yogyakarta menyerahkan piala bergilir Kapusrehab Cup 2020 kepada National Paralympic Committee (NPC) setempat pada Selasa (03/11). Kegiatan penyerahan dilakukan di sela-sela kegiatan latihan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Dalam penyerahan tersebut, pelatih tim tenis kursi roda DIY, Mohammad Jaka Suryanto, juga menyampaikan sejumlah evaluasi bagi para atlet. Meski berhasil meraih gelar juara umum dengan merebut dua kemenangan di dua kelas, tetapi menurutnya kejuaraan ini bukan menjadi target mereka. Karena fokus mereka adalah di ajang Peparnas mendatang.

“Nanti perlu belajar teknik lain-lain lagi, seperti kemarin main servis bawah terus setelah lawan terbiasa kita kasih servis bola atas dia bingung. Nah itu menguasai teknik yang banyak bisa jadi variasi serangan,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pemain yang turut bermain di Kapusrehab Cup 2020 kemarin, Sarjiyanto menyebut instruksi pelatih sangat menolongnya dalam pertandingan. Sehingga hasilnya ia dan rekan satu timnya bisa meraih kemenangan hingga ke final.

“Kalau main selalu lihat pelatih, apa instruksinya selalu ikuti, efektif kemarin. Bagi teman-teman yang belum bisa main sekarang mungkin tahun depan ada lagi, yang penting latihan serius, waktu masih panjang, dan jangan minder,” tegasnya.

Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengaku bersyukur dengan pencapaian para pemain tenis kursi roda ini.

“Bersyukur juara satu di second draw dan main draw, sampai bisa bawa pulang piala bergilir. Ini pertama kalinya bagi Jogja, mudah-mudahan dia betah di sini dan ngga balik lagi ke sana. Kalau balik nanti kita boyong lagi,” ujar Hariyanto.

Kedepan tantangan bagi tim ini menurutnya akan semakin berat. Setelah selama ini mereka berjuang untuk meraihnya, kini para pemain ini harus berjuang lagi untuk bisa mempertahankan gelar juara tersebut. Sementara banyak daerah lain juga tentunya berharap untuk bisa merebut gelar itu.

Sebelumnya tim tenis kursi roda DIY berhasil menang di ajang Kapusrehab Cup 2020 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 27 Oktober lalu. Mengirim dua pasangan di tim second draw DIY diwakili oleh Hariyanto dan Sarjiyanto yang menang 8-1 melawan tim Papua. Sementara main draw DIY diperkuat oleh Suwardi dan Arifin yang menang 8-5 melawan tuan rumah.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 16.08.57

Tim Tenis Kursi Roda NPC DIY Juara Kapusrehab Cup 2020

Bogor, (29/10) : Tim tenis kursi roda NPC DIY berhasil meraih gelar juara umum dalam kejuaraan Kapusrehab Cup 2020 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10).

Mengirim dua pasangan, pemula dan utama, DIY berhasil menyabet juara di kedua nomor. Pelatih tim tenis kursi roda DIY, Mohammad Jaka Suryanto, untuk tim pemula DIY diwakili oleh Hariyanto dan Sarjiyanto yang menang 8-1 melawan tim Papua.

Sementara tim utama diperkuat oleh Suwardi dan Arifin yang menang 8-5 melawan tuan rumah. Kejuaraan ini sendiri rutin digelar setiap tahunnya dan tahun ini karena covid-19 hanya diikuti enam daearah, termasuk DIY.

Kejuaraan ini menurut Jaka menjadi ajang evaluasi tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) DIY untuk persiapan Peparnas mendatang.

“Jadi nanti kita setelah hasil di kapus rehab ini kita evaluasi dengan pelatih dan nyusun program utk hadapi peparnas di papua itu.”

Sementara itu salah satu pemain, Hariyanto mengaku bersyukur DIY bisa menyabet gelar juara di ajang tersebut.

“Benar-benar bersyukur bahwa tim tenis bisa memenangkan dua nomor yang dipertandingkan tersebut,” ujar Hariyanto.

Sebagaimana Jaka, Hariyanto juga menyebut ajang ini menjadi evaluasi bagi tim tenis kursi roda DIY untuk persiapan Peparnas. Mengingat memang event untuk NPC tidak terlalu banyak.

“Walaupun kita pada hari ini bisa ambil di dua nomor yang dipertandingkan sekaligus, sehingga bisa dapat piala bergilir untuk pertama kali, tentu kita masih tetap terus berbenah. Tidak membuat kita berpuas diri, karena lawan akan makin kencang untuk persiapan,” pungkasnya

WhatsApp Image 2020-10-25 at 12.18.40

Gayuh Juara Turnamen Piala Bukit Batu

Yogyakarta, (29/10) Pecatur paralimpik DIY, Gayuh Satria berhasil menjadi juara dalam ajang turnamen Piala Bukit Batu yang digelar Percasi Gunungkidul dan Pengda Percasi DIY. Sementara untuk peringkat kedua diraih oleh TB Ahmad juga dari kota Yogyakarta, dan juara ketiga diraih oleh Rois Attakatsur dari Bantul.

Dalam kejuaraan yang digelar akhir pekan kemarin, Gayuh menjadi juara setelah menang pada enam pertandingan dan satu kali remis di pertandingan terakhir.

Pelatih Gayuh, Bima Triardi Wijaya, mengatakan sebelumnya turnamen telah digelar secara daring. Kemudian lima pecatur terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota di DIY dalam ajang turnamen secara daring tersebut ikut dalam kejuaraan secara luring. Gayuh bersama dengan empat pecatur lainnya kemudian menjadi wakil dari Kota Yogyakarta.

“Ajang ini menjadi evaluasi untuk hasil latihan Gayuh selama ini, setelah ini ya tetap latihan setiap hari.”

Sementara itu Gayuh mengaku kejuaraan ini menjadi latihan baginya setelah menjalani proses latihan untuk persiapan Peparnas Papua. Meski menjadi juara, Gayuh menyebut pertandingannya tidak mudah. Karena lawan yang dihadapi merupakan atlet-atlet terbaik dari masing-masing kabupaten dan kota di DIY.

“Ya susah semua itu, karena kan itu perwakilan terbaik dari masing-masing kabupaten ya,” ujarnya.