npc DIY

NPC DIY Pertahankan 70 Atlet Pelatda

Yogyakarta (04/05), National Paralympic Committee (NPC) DIY mempertahankan 70 atletnya untuk terus menjalani program pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralympic Nasional (Peparnas). Seluruh atlet tersebut kemudian akan melanjutkan program pelatda hingga akhir tahun ini.

Ketua NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya telah menggelar evaluasi dengan tim pelatih sebelum melakukan degradasi. “Karena, di bulan April ini memang kami memasuki tahapan evaluasi, promosi dan degradasi. Hasilnya, 70 atlet ini kami pertahankan,” ujarnya.

Namun, karena adanya program refocusing anggaran dari Pemda DIY untuk penanganan pandemi Covid-19, maka NPC DIY saat ini hanya melakukan degradasi tanpa melakukan promosi atlet. Total atlet Pelatda NPC DIY sebelumnya berjumlah 90 orang. Dengan adanya degradasi tanpa melakukan promosi, maka otomatis sebanyak 20 atlet terpaksa harus tersisih.

70 atlet yang masih bertahan di program Pelatda NPC DIY menuju Peparda berasal dari angkat berat 9 atlet, atletik 10 atlet, bocia 2 atlet, bulutangkis 9 atlet, catur 6 atlet, panahan 15 atlet, tenis kursi roda 8 atlet dan tenis meja 11 atlet. Mereka didampingi oleh 22 pelatih yang tetap dipertahankan untuk membimbing program latihan tersebut.

Pemilihan 70 atlet ini menurut Hariyanto juga berdasarkan kriteria mereka yang memiliki peluang terbesar untuk meraih medali di Peparnas mendatang. “Sebenarnya yang terdegradasi juga memiliki peluang, namun yang 70 atlet ini memiliki peluang terbesar.”

Meski saat ini pihaknya tidak melakukan promosi, tetapi tidak menutup kemungkinan di tahun depan, para atlet yang terdegradasi akan bisa kembali masuk dalam tim pelatda. “Yang degradasi ini masih ada peluang masuk lagi di awal tahun depan, tapi kami juga masih akan melihat kondisi,” pungkasnya.

UDN_8071

PEPARDA DIY Ditunda 2022

Yogyakarta, (01/05): National Paralympic Committee (NPC) DIY memutuskan untuk menunda ajang dua tahunan mereka, Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 202.

Dalam surat edaran yang ditandangani Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto, ajang tersebut akan digelar pada tahun 2022 mendatang. Sejumlah alasan dikemukakan terkait penundaan ini. Pertama yakni adanya penundaan ajang PON dan Peparnas dari tahun 2020 menjadi tahun 2021. Kemudian juga pandemic covid-19 yang melanda Indonesia saat ini

“Ya kami mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemda DIY, dengan melihat perkembangan wabah covid-19 yang belum tahu kapan berakhir dan juga berdampak pada kemampuan anggaran daerah. Karena digunakan untuk penanganan covid tersebut. Sehingga 2021, NPC DIY akan fokus pada persiapan Pelatda dan pengiriman Peparnas 2021,” ujar Hariyanto.

Namun, untuk pelaksanaan Peparda selanjutnya menurut Hariyanto, masih akan menunggu keputusan terkait gelaran Peparnas terlebih dahulu. Karena event ini sebenarnya berjenjang dengan ajang di tingkat nasional itu.

Kepada para atlet yang berjuang untuk ajang tersebut, Hariyanto pun tak lupa berpesan agar mereka bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Karena waktu mereka lebih panjang, sehingga harapannya nanti capaian prestasi mereka bisa meningkat.

“Baik untuk prestasi daerah maupun ke arah nasional,” pungkasnya.

IMG_20200409_144447

NPC DIY Perpanjang Masa Latihan Mandiri Atlet Puslatda

Yogyakarta (11/04), National Paralympic Committee (NPC) DIY memperpanjang penundaan sejumlah kegiatan mereka akibat mewabahnya virus covid-19. Menurut Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto diantara kegiatan tersebut yakni pemusatan latihan daerah (pelatda) atlet Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 Papua.

Untuk itu paralimpian DIY yang masuk dalam kontingen tersebut diminta menjalankan latihan secara mandiri di rumah mereka masing-masing.

Sebelumnya Hariyanto mengaku sudah mengeluarkan surat edaran yang berlaku hingga 9 April lalu. Namun, karena masa tanggap darurat masih diberlakukan maka dibuat surat yang baru yang menunda berbagai kegiatan NPC tersebut hingga akhir bulan ini.

“Terkait dengan virus corona yang sampai dengan hari ini tentu kami dari NPC DIY terkait semua kegiatan organisasimaupun pemusatan latian daerah peparnas kami harus ambil sikap. Sebenarnya sudah mengeluarkan SE yang berakhir 9 April, kami kembali sampaikan perpanjangan untuk kegiatan NPC secara umum.”

Selain pelatda, berbagai kegiatan NPC juga harus ditunda. Seperti pelantikan pengurus yang baru dan juga rapat kerja daerah (Rakerda).

Hariyanto pun berpesan agar para atlet tetap menjalani latihan semaksimal mungkin di rumah mereka. Karena pada pekan depan akan dilakukan pemantauan kondisi mereka.

Sebanyak 90 paralimpian DIY dan 22 orang pelatih masuk dalam puslatda peparnas 2020. Mereka terbagi dalam delapan cabang olahraga, diantaranya tenis meja, bochia, panahan, dan angkat berat.

zUDN_9116

DIY Kirim 16 Atlet ke Asian Para Games 2018

Yogyakarta (14/9/2018) jogjaprov.go.id — Melanjutkan kesuksesan Asian Games di Jakarta-Palembang yang menuai banyak pujian dari dalam dan luar negeri, Jakarta akan kembali bergelora oleh kegiatan olahraga akbar. Kali ini bertajuk Asian Para Games atau Pesta Olahraga Difabel tingkat Asia 2018 pada 6-13 Oktober 2018. Pada ajang ini DIY mengikutsertakan 16 atlet yang akan berlaga pada 10 cabang.

Sebagai persiapan, Jumat (14/9) pagi para atlet DIY dan pembina bersilaturahmi sekaligus berpamitan kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Gedong Pare Anom, Komplek Kepatihan.

”Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi karena para atlet telah berkenan mengikuti Asian Para Games ini. Pemda DIY akan mensupport penuh untuk keberhasilan semua atlet yang bertanding. Kami berharap semua atlet baik dari DIY maupun dari daerah lain dapat memberikan yang terbaik. Tapi kami juga berharap bahwa apa yang sudah ditargetkan nantinya tidak akan menjadi beban yang dapat mengganggu fokus para atlet,” ungkap Wagub DIY.

Ketua National Paralympic Committee DIY, Haryanto, menyebut pada Asian Para Games 2018 mempertandingkan 18 cabang olahraga.

“Saya dan beberapa perwakilan dari NPC DIY yang masih di dalam Pelatnas Paralympic sengaja sowan kepada Bapak Wagub ingin meminta doa restu dan dukungan. Semoga kami dapat memberikan prestasi terbaik dan mempersembahkan kemenangan atau setidaknya medali bagi Indonesia,” ungkap Haryanto. (*/ld)

aAUDN_9529

Atlet Paralympic DIY Bakal Punya Gedung Latihan Mandiri

YOGYA, KRJOGJA.com – National Paralympic Committe (NPC) DIY menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2018, Sabtu (3/3/2018) di Lynn Hotel Yogyakarta. Dalam ajang penyampaian prestasi dan evaluasi tersebut, muncul keputusan adanya pembangunan kantor mandiri bagi NPC DIY yang juga berfungsi sebagai sarana latihan bagi para atlet paralympic.

Prambudi Setyono, Kasi Kesra Anggaran dan Belanja DPPKA DIY mengatakan wacana pembangunan kantor bagi NPC DIY dikarenakan organisasi tersebut dianggap sudah cukup kuat untuk mandiri. Pasalnya, selama ini kantor NPC DIY masih menumpang di Balai Pemuda Olahraga (BPO) DIY yang tempatnya tak terlalu besar.

“Sudah 3-4 tahun dibantu harusnya waktunya mandiri, kami akan upayakan apakah memanfaatkan bangunan aset daerah yang sudah ada ataukah membangun baru. Namun lokasinya di kawasan Jalan Kenari yang memang sudah diputuskan menjadi kawasan olahraga,” ungkapnya.

Lahan yang dirasa paling cocok menurut Prambudi ada di kawasan parkir Amongraga yang terletak di sebelah timur kantor KONI DIY. “Nanti bagaimana yang terbaik akan dibahas sesegera mungkin agar bisa terwujud dalam waktu tak lama,” sambungnya.

Sementara Hariyanto, Ketua NPC DIY menyambut baik wacana pemberian kantor baru bagi induk olahraga paralympic DIY tersebut. Menurut dia, selain menjadi kantor nantinya gedung baru juga bisa dijadikan fasilitas latihan para atlet yang selama ini masih kesulitan.

“Untuk olahraga di ruangan seperti tenis meja, catur bisa punya tempat latihan yang bagus. Selain itu kami juga semakin mudah dalam pengawasan dan pemantauan para atlet. Kalau letaknya di Kenari maka lebih dekat dengan fasilitas olahraga, mudah-mudahan berdampak pada prestasi,” ungkapnya.

DSC_0178

54 Atlet Siap Berlaga di Pekan Paralympic Daerah II DIY 2019

Sebanyak 54 atlet peyandang disabilitas siap mewakili Kota Yogyakarta di ajang Pekan Paralympic Daerah II DIY 2019.

Pada PEPARDA II 2019 DIY, Kota Yogyakarta mengirimkan 84 orang yang terdiri dari 54 atlet, 20 pelatih dan 10 pendamping, yang terbagi dalam 10 cabang olahraga, yaitu atletik, catur, panahan, angkatberat, bulu tangkis, renang, tenismeja, tenis kursiroda, volly duduk, dan goall ball.

“Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat berkarya, mengkespresikan diri, mencetak sebuah prestasi dalam berbagai bidang,” ucap Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dispora Edi Heri Suasana saat pengukuhan dan pemberian motivasi atlet PEPARDA II 2019 DIY, Senin (23/9/2019).

Dikatan, melalui sebuah konsep Kota Inklusi, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan pendekatan berbasis komunitas pada (5) lima kelompok masyarakat rentan, yaitu, Perempuan, Anak, Lansia, Penduduk Miskin, dan Penyandang Disabilitas.

“Inklusi digunakan sebagai sebuah pendekatan sederhana yang menggambarkan sebuah lingkungan yang terbuka, mengikutsertakan semua ke dalam wadah yang sama, penyediaan kesempatan yang sama, dengan saling menghargai hak masing-masing,” sambungnya.

Berbicara mengenai disabilitas, lanjutnya, dalam melakukan aktivitasnya, salah satu bidang yang sedang menggeliat ialah bidang olahraga.

Pandangan masyarakat terhadap rekan-rekan disabilitas yang melakukan kegiatan olahraga pada awalnya masih dianggap rendah,” imbuhnya.

Namun, masih kata Walikota, kita berbangga hal tersebut berangsur-angsur menghilang seiring dengan munculnya ajang olahraga yang dibuat khusus untuk kaum disabilitas serta atlet-atlet disabilitas yang mulai bermunculan.

“Harapan kita semua masyarakat luas akan semakin sadar bahwa keterbatasan fisik bukan lagi menjadi penghalang untuk berprestasi,” jelasnya.

Dengan melihat banyaknya atlet yang bertanding dalam ajang Peparda II DIY, Pihaknya berharap mampu memberikan motivasi bagi masyarakat disabilitas yang belum memiliki peluang untuk berkarya dalam bidang olahraga, agar mulai mencintai dan menggeluti dunia olahraga, baik sebagai hobbi, mengisi waktu luang maupun untuk jalur professional.

“Kepada para atlet yang akan bertanding kami berpesan agar tetap semangat menjaga kekompakan, menjaga kondisi mental dan fisik, sehingga mampu melakukan yang terbaik, semaksmimal mungkin demi mengharumkan nama Kota Yogyakarta,” tandasnya.

Sementara itu ketua NPC Kota Yogyakarta Yudi Sugiyanto mengaku optimis kontingen Kota Yogyakarta mampu menjadi pundi-pundi medali bagi Kota Yogyakarta.

“Kami NPC Kota Yogyakarta akan berusaha dengan maksimal untuk memberikan yang terbaik di dalam keikutsertaan kami di PEPARDA II DIY 2019. Siap menjadi lumbung medali bagi Kota Yogyakarta,” ucapnya. (Harsacitta/Aufa)