WhatsApp Image 2020-08-29 at 15.08.28

NPC DIY Bagikan Perlengkapan Pelatda

Yogyakarta (29/08), Bersamaan dengan pembagian APD dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), NPC DIY juga turut membagikan perlengkapan Pelatda bagi para atlet dan pelatihnya. Namun, total untuk paket perlengkapan ini menurut Hariyanto jumlahnya lebih banyak dari APD.

Dimana untuk perlengkapan ini pihaknya mengacu pada data Pelatda yang mencapai 120 orang. Karena selain pelatih dan atlet ada pula pengawas yang juga dibagi. Dalam paket perlengkapan tersebut berisi jaket, celana training, kaos, dan sepatu.

Ia pun berharap para atlet dan pelatih bisa memanfaatkan perlengkapan tersebut untuk berlatih dengan baik. Serta bisa menunjang mereka dalam proses latihannya sebagai persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 mendatang.

“Untuk bantuan perlengkapan ini ada 120 paket, yak arena mengacu di data yang ada kan 120. Berbeda dengan yang dari Kemenpora itu kita memang mengajukan 111 saja atlet dan pelatih.”

Sementara itu pelatih tenis kursi roda, Suwardi mengaku senang dengan perlengkapan yang diterimanya. Karena sangat bermanfaat untuk proses latihan.

“Alhamdulillah, sepatunya  bisa buat latihan.”

Sebelumnya NPC DIY juga telah membagikan AD dari Kemenpora. Untuk APD ini berupa masker, hand sanitiser, dan vitamin untuk membantu mencegah penyebaran covid-19. Bantuan ini dibagikan secara bertahap untuk setiap cabor yang masuk dalam pelatda.

WhatsApp Image 2020-08-29 at 15.08.41

Atlet dan Pelatih DIY Mendapat Bantuan APD dari Kemenpora

Yogyakarta (29/08), National Paralympic Committee (NPC) DIY membagikan bantuan APD kepada para atlet dan pelatih yang masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) pada Sabtu (29/08) siang.

Menurut Ketua NPC DIY, APD ini berasal dari Kemenpora dan berisi vitamin, masker, serta hand sanitiser. Namun, pihaknya melengkapi dengan menambahkan face shield. Ada 111 atlet dan pelatih yang mendapatkan bantuan tersebut.

Proses pembagian sendiri berlangsung secara bertahap. Dimana dalam satu harinya hanya tiga cabor yang dibagi. Sehingga proses pembagian akan berlangsung selama tiga hari. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan dan mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Pada hari ini kita melakukan penyerahan APD untuk pencegahan covid-19. Ini bantuan dari Kemenpora, dimana kami telah mengajukan bantuan ini beberapa waktu lalu dan sudah sampai di kami dan hari ini distribusi untuk atlet dan pelatih di program Pelatda.”

Sementara itu salah satu atlet penerima, dari cabang olahraga tenis kursi roda, Ditem mengaku bersyukur dengan bantuan tersebut. Terlebih di kondisi saat ini yang dirasanya sangat membutuhkan bantuan berupa vitamin, masker dan hand sanitiser. Meski, sebelumnya dari NPC DIY sendiri ia juga telah menerima bantuan serupa.

“Alhamdulillah ya bermanfaat sekali apalagi kondisi begini,” ujarnya.

Untuk hari pertama ini tiga cabor yang mendapatkan bantuan yakni atletik, bochia, dan tenis kursi roda. Selain itu masih ada pula cabor angkat berat, panahan, tenis meja, dan catur yang akan dibagikan selama dua hari kedepan.

WhatsApp Image 2020-07-03 at 14.45.59(1)

AUDENSI KE PEMKAB KULONPROGO – NPC Pertanyakan Hak Atlet Difabel

WATES (HARIAN MERAPI) – National Paralympic Committee (NPC) Kulonprogo menanyakan hak atlet difabel yang dinilai belum sebanding dengan atlet lainnya. Padahal selama ini, keberhasilan atlet difabel dalam menorehkan prestasi tidak kalah dengan atlet lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi NPC dengan Pemkab Kulonprogo di Kantor Bupati, Kamis (2/7). Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto mengatakan, atlet difabel dan atlet lainnya sama-sama berkesempatan menorehkan prestasi untuk membela nama baik Kulonprogo.

Widi mengklaim, prestasi atlet difabel selama ini tidak kalah dengan prestasi atlet KONI. Bahkan, ada seorang atlet difabel yang berhasil meraih prestasi tingkat Asia Tenggara.

“Sutiarji berhasil mendapat ranking 7 menembak pada ASEAN Para Games,” ujarnya.

Widi kemudian meminta agar pihak terkait menghilangkan perbedaan hak antara atlet difabel dengan atlet normal. Selain itu, permohonan tali asih atlet difabel juga diharapkan bisa dicairkan walaupun nominalnya jauh dari yang diajukan.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi langkah NPC Kulonprogo termasuk perjuangan para atlet yang telah menorehkan prestasi membanggakan. Terlebih, prestasi yang diperoleh tidak hanya di tingkat provinsi saja, namun juga internasional.

“Ini merupakan perjalanan panjang dan perjuangan yang luar biasa. Saya berpesan agar regulasi, kapasitas, kemampuan dan keuangan harus jadi bahan pertimbangan dalam menganggarkan dana,” kata Sutedjo.

Sutedjo kemudian berjanji akan mengupayakan masukan NPC. Kepastian pencairan dana akan diupayakan pada Oktober sampai Desember 2020. Ia berharap, para atlet terus berjuang mengharumkan nama baik Kulonprogo dan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan Sekretariat NPC Kulonprogo dengan memanfaatkan bangunan bekas gedung pramuka di barat Alun-Alun Wates. Saat ini, bangunan tersebut sedang dalam proses peminjaman.

“Kami setuju jika istilah disabilitas menjadi difabel karena hal ini hanya soal kemampuan yang berbeda, bukan soal ketidakmampuan,” kata Arif.

Sementara itu, Ketua KONI Kulonprogo, Bambang Gunoto mengatakan, kegiatan KONI pada event Porda 2021 diundur tahun 2022. Event Pekan Olahraga Nasional (PON) yang semula diadakan tahun 2020 juga diundur tahun 2021.

“Atlet Kulonprogo yang mengikuti PON sebanyak 19 orang. Kami optimis, mengingat pada Porda tahun lalu, Kulonprogo berhasil meraih prestasi terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (Unt)

https://www.harianmerapi.com/news/2020/07/03/102443/audensi-ke-pemkab-kulonprogo-npc-pertanyakan-hak-atlet-difabel
IMG_20200630_101440

Ohana dan NPC DIY Kerjasama Mengembangkan Pembinaan Paralimpian Pelajar di DIY

Yogyakarta (30/06) National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar kerjasama dengan organisasi advokasi penyandang hak-hak disabilitas, Ohana, untuk mengembangkan pembinaan olahraga bagi pelajar disabilitas. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar di kantor NPC DIY pada Selasa (30/06) siang.

Hadir dalam pertemuan itu, empat orang perwakilan Ohana,yakni Nuning Suryatiningsih, Jagad, Singgih, dan Nala. Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya sangat senang dengan rencana kerjasama ini. Terutama untuk meningkatkan pembinaan olahraga bagi para penyandang disabilitas di DIY.

Utamanya menurut Haryanto, dalam hal pembibitan, karena diakuinya tidak mudah untuk mengajak mereka aktif dalam bidang olahraga prestasi.

“Kami berharap dengan bersama-sama Ohana bisa memperkuat lagi pembibitan, kami memang masih lemah di bidang pembibitan. Walaupun kami ada teman-teman di kabupaten/kota tapi bisa dikatakan masih lemah ya. Permasalahan utama kami bagaimana ketika kami mencari, menemukan teman-teman yang sudah menyandang disabilitas untuk bergabung di olahraga.”

Meski demikian, NPC DIY masih aktif melakukan pembinaan. Dimana saat ini, ada delapan cabang olahraga yang diproyeksikan untuk meraih medali di ajang Peparnas 2021 untuk DIY. Selain itu sejumlah paralimpian DIY juga tercatat masuk dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jarak jauh untuk persiapan Asean Paralympic Games (APG) Vietnam mendatang.

Sementara itu perwakilan Ohana, Nala, menyebut pihaknya berencana menggelar program pemberdayaan atlet pelajar disabilitas di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Program ini akan berjalan selama dua tahun hingga 2022 mendatang, dengan tujuan meningkatkan akses terhadap program pembinaan dan olahraga untuk disabilitas.

Ditargetkannya ada 25 atlet pelajar disabilitas berusia 10-18 tahun dari wilayah DIY yang akan mengikuti program ini. Dengan terlebih dahulu mengikuti proses seleksi untuk memastikan minat dan bakat mereka dalam bidang olahraga.

“Terkait bidang olahraga, ini kali pertama kami masuk ke ranah olahraga yang kita proyeksinya kedepan adalah untuk pemberdayaan. Memang kita untuk program ini dibantu oleh Yayasan Lari Nusantara di Jakarta dan mereka support secara pendanaan. Selama ini kami untuk olahraga ya lebih ke olahraga rekreasi.”

npc DIY

NPC DIY Berharap ada Kepastian Jadwal Peparnas

Yogyakarta, (16/05): National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap segera ada kepastian terkait jadwal Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto, informasi yang beredar selama ini masih terkait rencana penundaan selama satu tahun.

Peparnas menurut Hariyanto, biasanya digelar sekira 10-14 hari setelah PON. Sementara untuk PON, jadwalnya sudah dipastikan akan berlangsung pada 2-13 Oktober 2021. Sehingga diperkirakannya Peparnas mendatang akan digelar pada akhir Oktober atau awal November.

Namun, kepastian jadwal ini menurut Hariyanto tetap penting untuk menyusun rencana program mereka di tahun 2021. Selain itu bagi pelatih, dengan adanya kepastian ini juga bisa digunakan untuk menyusun program latihan mereka.

Dari pihak NPC Pusat sendiri, Hariyanto mengaku belum ada informasi terkait rencana Peparnas kedepannya.

“Peparnas sejauh ini Cuma disebut ditunda satu tahun ya, harapannya bisa segera ada kepastian jadwal, karena nanti akan digunakan untuk menyusun program latihan atlet. Kalau PON kan sudah ya kemarin tanggal 2-13 Oktober 2021.”

Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk menunda gelaran PON dan Peparnas.

Sejumlah alasan disampaikan oleh Menpora Zainudin Amali. Diantaranya yakni pandemic covid-19 yang semakin meluas di Indonesia belakangan.

Hal ini dinilai mempengaruhi persiapan para atlet di berbagai daerah.

AUDN_9343

Atlet Pelatnas ASEAN Para Games DIY Harus Tetap Menjaga Semangat

Yogyakarta, (15/05) National Paralympic Committee (NPC) DIY mendorong atlet-atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) ASEAN Para Games (APG) untuk fokus pada persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021.

Hal ini lantaran batalnya gelaran APG Filipina yang sedianya berlangsung tahun ini. Ketua NPC DIY, Hariyanto Kamis (14/5) mengatakan, dengan pembatalan APG Filipina, maka atlet-atlet NPC DIY yang masuk ke Pelatnas diminta untuk mengalihkan fokus target prestasi mereka.

“Memang ada beberapa atlet Pelatnas yang menjadi kontingen DIY untuk Peparnas besok. Sehingga mereka saya harapkan bisa mengalihkan target prestasinya untuk ajang tersebut.”

Dalam Pelatnas kemarin DIY mengirimkan 10 atletnya. Mereka terbagi dalam beberapa cabang, yakni panahan 3 orang, tenis meja 1 orang, basket kursiroda 2 atlet,  bowling 1 atlet, catur 1 orang, dan goalball 2 atlet.

Hariyanto pun meminta kepada para atlet tersebut untuk tetap menjaga semangat mereka dan tidak berputus asa.

“Kami juga meminta teman-teman untuk tetap bisa menjaga semangat, tentu kedepan banyak even lainnya yang akan dipersiapkan untuk mewakili DIY dan Indonesia.”

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali memastikan APG Filipina yang sedianya digelar Januari 2020 dan sempat akan dijadwalkan berlangsung Maret 2020 dan kembali diundur ke Oktober 2020, batal digelar akibat pandemi Covid-19.

Melalui akun media sosial Kemenpora, Zainudin menyebut pembatalan itu tentu mengecewakan bagi atlet Indonesia yang telah mempersiapkan diri di Surakarta sejak beberapa waktu lalu. Terlebih Indonesia memasang target juara umum di ajang itu dengan capaian 100 medali emas.