WhatsApp Image 2022-09-04 at 18.29.18

Gunungkidul Raih Empat Emas Para Angkat Berat Peparda III

Sleman (04/09) : Gunungkidul sukses menjadi juara umum cabang olahraga Para Angkat Berat di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022 yang digelar di Gedung Serba Guna Kalurahan Condong Catur, Sleman, Minggu (04/09). Tim Gunungkidul sukses meraih empat medali emas dari delapan kelas yang digelar.

Salah satu emas Gunungkidul dipersembahkan oleh atlet angkat berat andalan mereka, Sutiayah. Turun di kelas 50 kilogram putri, Sutiayah juga berhasil memecahkan rekor angkatan. Usai tampil, Sutiayah mengatakan harus mengalahkan limit angkatannya sendiri di ajang ini karena tidak ada musuh di kelasnya.

“Tadi kan ngga ada musuh, kelas lainnya juga, jadi kita kejar limit angkatan. Ternyata yang sampai limit baru kelas saya, kalau limit saya 67 kilogram, tapi saya bisa mengangkat 75 kilogram,” katanya.

Medali emas lainnya dari Gunungkidul dipersembahkan Untung Subagyo di kelas +65 kg, Sumarwan di kelas +54 kg, dan Supriyadi di kelas +49 kg. Kontingen Gunungkidul sendiri mengirimkan tujuh atlet di ajang ini yang terbagi menjadi empat atlet putra dan tiga atlet putri.

Penanggungjawab cabor para angkat berat, Atok Suhartatok mengatakan total ada 32 atlet dari seluruh kabupaten dan kota di DIY. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan dengan ajang Peparda sebelum-sebelumnya yang menurutnya tidak terlalu banyak pesertanya.

“Alhamdulillah banyak atlet dari semua kabupaten kota ada atletnya, ada wakilnya,” ujar Atok.

Gunungkidul menurutnya memang memiliki jumlah atlet yang terbanyak di cabor ini dibandingkan daerah lain di DIY. Bahkan sebagian diantaranya juga masuk dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Selain Gunungkidul sementara itu empat kabupaten dan kota di DIY lainnya sama-sama berbagi satu medali emas di cabor ini. Mereka yakni Niman dari Bantul, Susanto dari Sleman, Tri Cahyu dari Kulon Progo, dan Faris Fadli dari Kota Yogyakarta. (devi)

DSC_0009

PEPARDA III DIY 2022 Resmi Dibuka

Sleman (01/09) : Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY tahun 2022 dibuka pada Kamis (01/09) malam. Ajang ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yakni angkat berat, atletik, boccia, bola voli duduk, bulutangkis, catur, goalball, panahan, renang, dan tenis meja. Satu cabor baru yang digelar di ajang ini adalah boccia untuk disabilitas cerebral palsy (CP). Sementara satu cabor tenis kursi roda tidak digelar pada PORDA tahun ini karena tidak memenuhi kuota minimal peserta.

Untuk pembukaan, menurut Ketua NPC DIY Hariyanto, aka nada defile dari 100 orang yang merupakan perwakilan dari lima kontingen kabupaten dan kota di DIY. “Untuk defile dari koordinasi kami dengan panitia, untuk NPC Kabupatean dan Kota itu masing-masing diberikan kuota 20 orang selebihnya nanti bisa menyaksikan secara langsung di tribun.

Sebanyak 355 atlet dari lima kabuptaen dan kota di DIY akan ikut serta di ajang ketiga ini. Terdiri dari 111 atlet Sleman, 70 atlet Bantul, 63 atlet Kota Yogyakarta, 69 atlet Kulon Progo, dan 42 atlet Gunungkidul. Dengan lima disabilitas, yakni netra sebanyak 73 atlet, tuna daksa 155 atlet, tuna rungu wicara 73 atlet, tuna grahita 38 atlet, dan cerebral palsy sebanyak 16 atlet.

Seluruh cabang olahraga Peparda III DIY ini akan digelar di Sleman. Terbagi menjadi lima cabor di UNY yaitu atletik, bola voli duduk, bulutangkis, renang, dan tenis meja, dua cabor di Gedung Serba Guna Kalurahan Condong Catur yaitu angkat berat dan goalball, satu cabor catur di Dinas PMK Sleman, satu cabor boccia di Hall Yakum, dan satu cabor panahan di Lapangan RS Grasia. Di hari pertama besok Peparda DIY akan menggelar satu cabang olahraga yakni badminton di Hall Badminton FIK UNY.

Di ajang Peparda I dan II lalu kontingen Bantul tercatat berhasil menjadi juara umum. Dimana pada 2017 Bantul meraih 32 emas, disusul Sleman di peringkat kedua dengan 18 emas, dan Kota Yogyakarta dengan 12 emas. Kemudian di 2019 Bantul meraih 47 medali emas, disusul Sleman dengan 34 emas, dan kota Yogyakarta dengan 22 medali emas. (devi)

Ilustrasi PPKM Darurat DIY

NPC DIY Dukung Kebijakan PPKM Darurat

Yogyakarta, 03/07 : National Paralympic Committee (NPC) DIY mendukung kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah mulai 3-20 Juli ini. Meski hal ini berdampak pada persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang tinggal beberapa bulan lagi. Karena dalam aturan tersebut salah satunya membatasi kegiatan olahraga dan menutup berbagai sarana olahraga.

Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh anggota terkait PPKM Darurat ini. Di dalamnya ada enam kebijakan yang harus diikuti oleh seluruh anggota. Termasuk ketentuan dalam latihan baik pemusatan latihan daerah (Pelatda) maujpun pemusatan latihan kabupaten/kota.

“Kalau kita apa yang jadi kebijakan pemerintah kita dukung, walaupun secara proses pembinaan menuju Peparnas tentu terdampak. Karena dari kebijakan secara umum pemerintah kan ada sementara dihentikan,” kata Hariyanto.

Untuk sementara atlet NPC DIY memang diminta berlatih secara mandiri. Pelatih juga diminta untuk melakukan pemantauan secara daring. Namun, NPC DIY akan segera berkirim surat kepada para pengelola sarana olahraga di DIY, agar para atlet ini bisa kembali berlatih di berbagai venue tersebut.

“Senin akan kita layangkan surat ke sana, untuk bisa dapat izin khusus agar tetap bisa berlatih dan para atlet kita minta menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Selain waktu Peparnas yang sudah dekat, Hariyanto juga memberikan pertimbangan lain. Dimana para atlet ini tidak akan berkerumun selama berlatih. Karena, maksimal atlet yang berlatih dalam setiap cabang olahraga kurang lebih hanya 10 orang saja.

Selain itu cabor yang mereka ikuti semuanya nomor individu dan tidak ada olahraga beregu. Sehingga sangat mudah untuk berkoordinasi dan mengatur jarak para atlet selama proses latihan.

“Kalau kita lihat di edaran itu kan untuk acara pernikahan bisa 30 orang, kami masih rata-rata 10-15 orang itu kan sebenarnya masih sangat mungkin menjaga jarak dan olahraga di NPC DIY ini sifatnya tidak ada kontak fisik, seperti atletik, catur, bulutangkis, tenis meja, bochia, itu kan tidak ada,” pungkasnya.

WhatsApp Image 2021-02-23 at 11.50.14

Persiapan Peparda, NPC DIY Gelar Pelatihan Pelatih

Yogyakarta (24/02), National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar pelatihan pelatih untuk pertama kalinya. Kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni Selasa (23/02) dan Rabu (24/02) dengan mengambil tempat di Hotel Ruba Graha, Yogyakarta.

Kegiatan diikuti oleh seluruh pelatih pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua yang mencapai 22 orang. Melalui pelatihan ini Ketua NPC DIY, Hariyanto berharap bisa meningkatkan kapasitas pelatih dalam rangka Pelatda Peparnas 2021.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini memberikan motivasi atau semangat baru bagi pelatih. Walaupun baru pertama kali dilaksanakan, NPC DIY tetapi ini menjadi dasar pemetaan lebih lanjut bagaimana kapasitas pelatih yang ada,” katanya.

Lebih lanjut Hariyanto mengatakan materi yang diberikan adalah terkait penyusunan program latihan. Dengan pembicara diantaranya Rumpis Agus Sudarko dan Cukup Pahala Widi dari FIK UNY. Selain itu, ada pula sesi berbagi antar pelatih terkait proses latihan yang sudah ditempuh selama ini.

“Karena melatih teman-teman disabilitas ada karakteristik yang berbeda dibanding atlet non difabel. Karena masing-masing disabilitas karakternya sendiri-sendiri ya, ngga bisa disamakan,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pembicara, Cukup Pahala Widi mengatakan, bahwa proses pembinaan yang benar seringkali dilupakan, karena prestasi selalu diutamakan. Sehingga bayak atlet perpotensi yang habis sebelum berkembang.

“Penting untuk memberikan keleluasaan kepada anak mengenal berbagai macam cabang olahraga, sehingga bisa menemukan potensi yang tepat. Tapi yang terjadi, anak belum tahu potensinya kita sudah ingin dia berprestasi,” katanya.

Untuk itu, ia menekankan pembinaan usia dini harus difokuskan kepada teknik yang benar dan tepat. Contohnya cara menendang bola maupun mengayun raket yang benar. Sehingga pada saat mereka menjadi atlet yang berprestasi mereka sudah mempunyai kebiasaan yang benar.

WhatsApp Image 2020-12-22 at 11.09.56

NPC DIY Gelar Promosi-Degradasi

Yogyakarta, (20/12) : National Paralympic Committee (NPC) DIY menggelar program promosi degradasi untuk atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021.

Kegiatan ini menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto dimaksudkan untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik di Peparnas mendatang.

“Dengan pandemic ini ada mekanisme, bagaimana atlet sebelum masuk program promosi degradasi, seleksi dulu di kabupaten/kota. Jadi betul-betul atlet terbaik nantinya yang akan ikut kompetisi,” katanya.

Saat ini di Pelatda Peparnas DIY terdapat kurang lebih 90 atlet. Namun, Hariyanto mengatakan pihaknya tidak menargetkan berapa atlet yang akan promosi maupun degradasi nantinya. Ia hanya memastikan seluruh cabang olahraga di DIY akan menjalani program ini.

“Di Peparnas itu ada 12 cabor, kemudian kita ada delapan yang kita ikut, dan dari itu semua kita promosi degradasikan,” tegasnya.

Sesuai jadwal, untuk hari Minggu, program ini berlangsung untuk cabor atletik. Kemudian di tanggal 22, ada tiga cabor yang menggelar yakni angkat berat, bulutangkis, dan Catur. Cabor catur sendiri akan digelar selama dua hari hingga tanggal 23.

npc DIY

NPC DIY Berharap ada Kepastian Jadwal Peparnas

Yogyakarta, (16/05): National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap segera ada kepastian terkait jadwal Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Menurut Ketua NPC DIY, Hariyanto, informasi yang beredar selama ini masih terkait rencana penundaan selama satu tahun.

Peparnas menurut Hariyanto, biasanya digelar sekira 10-14 hari setelah PON. Sementara untuk PON, jadwalnya sudah dipastikan akan berlangsung pada 2-13 Oktober 2021. Sehingga diperkirakannya Peparnas mendatang akan digelar pada akhir Oktober atau awal November.

Namun, kepastian jadwal ini menurut Hariyanto tetap penting untuk menyusun rencana program mereka di tahun 2021. Selain itu bagi pelatih, dengan adanya kepastian ini juga bisa digunakan untuk menyusun program latihan mereka.

Dari pihak NPC Pusat sendiri, Hariyanto mengaku belum ada informasi terkait rencana Peparnas kedepannya.

“Peparnas sejauh ini Cuma disebut ditunda satu tahun ya, harapannya bisa segera ada kepastian jadwal, karena nanti akan digunakan untuk menyusun program latihan atlet. Kalau PON kan sudah ya kemarin tanggal 2-13 Oktober 2021.”

Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk menunda gelaran PON dan Peparnas.

Sejumlah alasan disampaikan oleh Menpora Zainudin Amali. Diantaranya yakni pandemic covid-19 yang semakin meluas di Indonesia belakangan.

Hal ini dinilai mempengaruhi persiapan para atlet di berbagai daerah.